Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Naik Tiga Kali Lipat, Bareksa Catat Rekor Penjualan SBN ORI021

Kontribusi porsi nilai penjualan ORI021 dari Bareksa terhadap total penjualan nasional melesat lebih dari dua kali lipat dibandingkan seri ORI sebelumnya yaitu ORI020.
Wahyu Arifin
Wahyu Arifin - Bisnis.com 17 Februari 2022  |  22:56 WIB
ilustrasi obligasi
ilustrasi obligasi

Bisnis.com, JAKARTA - Minat investor terhadap aset safe haven semakin tinggi di tengah gelombang ketiga pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. 

Perusahaan teknologi finansial Bareksa mencatat penjualan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel seri Obligasi Negara Ritel ORI021 mencetak rekor tertinggi dibandingkan penjualan obligasi negara ritel sebelumnya.

Menurut CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra, kontribusi porsi nilai penjualan ORI021 dari Bareksa terhadap total penjualan nasional melesat lebih dari dua kali lipat dibandingkan seri ORI sebelumnya yaitu ORI020.

Nilai penjualan ORI021 naik tiga kali lipat dibandingkan penjualan ORI020 yang ditawarkan tahun lalu dan jumlah investor baru yang bertransaksi SBN Ritel naik 3,5 kali lipat. Ini rekor tertinggi sepanjang sejarah penjualan SBN di Bareksa.

“Capaian ini kembali menjadi bukti bahwa di tahun ketiga pandemi ini masih terjadi akselerasi investasi ritel melalui teknologi dan platform digital seperti Bareksa. Ini fenomena penting bagi upaya pemulihan ekonomi nasional,” kata Karaniya dalam keterangan resminya, Kamis (17/2/2022).

Data Direktorat Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan RI menunjukkan total angka penjualan ORI021 secara nasional mencapai Rp25,1 triliun, naik 6 persen dari realisasi penjualan ORI020 yang hanya Rp15 triliun.

Data yang menarik terkait penjualan ORI021 di Bareksa, jumlah investor wanita mendominasi angka pembelian dengan jumlah 50 persen lebih tinggi daripada jumlah investor pria. Selain itu, investor dari kalangan muda milenial berusia 25-35 tahun juga mendominasi 50 persen dan menyumbang 25 persen nominal pembelian ORI021 di Bareksa.

Seri ORI021 merupakan SBN ritel yang dapat diperdagangkan secara online, yang diterbitkan pertama kali tahun ini. Seri ini merupakan satu dari enam seri SBN Ritel yang direncanakan akan diterbitkan oleh Pemerintah dengan perkiraan target sebesar Rp100 triliun. Di tengah situasi sulit akibat Covid-19, nilai penjualan SBN terus meningkat. Jumlah investor juga terus naik. 

“Ketidakpastian ekonomi akibat pandemi mendorong masyarakat untuk berinvestasi melalui platform digital, untuk mempersiapkan keuangan mereka di masa mendatang. SBN yang dijamin pemerintah 100 persen menjadi pilihan investasi yang aman dalam situasi tidak menentu ini,” kata Karaniya. 

Karaniya mengatakan, perusahaannya mencoba membantu pemerintah untuk mengampanyekan investasi di masa muda, baik melalui reksadana maupun SBN. 

Bareksa sendiri akhir tahun lalu mendapatkan penghargaan dari Kemenkeu sebagai Mitra Distribusi SUN Ritel (Midis SUN) dengan Kinerja Terbaik 2020 dan Mitra Distribusi Surat Berharga Syariah Negara Ritel (Midis SBSN) dengan Kinerja Terbaik Kategori Fintech 2021. 

Patut dicatat,penghargaan ini menyandingkan Bareksa dengan bank-bank besar seperti PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Syariah Indonesia Tbk, serta sekuritas seperti PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Penghargaan untuk kategori Midis SBSN Terbaik merupakan yang ketiga kali berturut-turut diterima oleh Bareksa.

Dari sisi jangkauan, Bareksa ada di posisi nomor satu karena berhasil menjangkau investor SBN hingga 34 provinsi di Indonesia. Dari sisi jumlah investor, Bareksa memiliki 2,4 juta nasabah terdaftar yang bersaing dengan empat bank besar yakni BCA, BSI dan Bank Mandiri serta berada di posisi teratas di antara mitra distribusi non-bank lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkeu surat berharga negara Bareksa ORI021
Editor : Wahyu Arifin

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top