Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Siap-siap! 4 Perusahaan Teknologi Antre Mau IPO

BEI menyatakan hingga saat ini terdapat 26 perusahaan yang mau IPO dengan total dana yang direncanakan sebesar Rp1,97 triliun. 4 di antaranya merupakan perusahaan teknologi.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 08 Februari 2022  |  12:35 WIB
Siap-siap! 4 Perusahaan Teknologi Antre Mau IPO
Karyawan berada di dekat monito pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/1). Bisnis - Nurul Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia menyatakan ada 4 perusahaan teknologi yang segera menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. 

Dalam pipeline pencatatan saham IPO, BEI mencatat terdapat 4 perusahaan yang berasal dari sektor teknologi. Adapun total pipeline saat ini mencapai 26 perusahaan yang tengah mengantre.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menyatakan hingga saat ini terdapat 26 perusahaan yang berniat IPO dengan total dana yang direncanakan sebesar Rp1,97 triliun. Adapun 10 di antaranya merupakan perusahaan dengan skala asset besar karena berada di atas Rp250 miliar.

Namun mayoritas masih didominasi oleh 12 perusahaan dengan skala asset menengah dengan rentang Rp50 miliar sampai dengan Rp250 miliar. Adapun 4 perusahaan memiliki asset kecil di bawah Rp50 miliar.

Rincian sektor calon emiten adalah sebagai berikut:

  • 4 Perusahaan dari sektor industrial.
  • 3 Perusahaan dari sektor konsumer non-cyclical.
  • 6 Perusahaan dari sektor konsumer cyclicals;
  • 4 Perusahaan dari sektor teknologi.
  • 1 Perusahaan dari sektor kesehatan.
  • 2 Perusahaan dari sektor energy.
  • 4 Perusahaan dari sektor properti & real estate.
  • 2 Perusahaan dari sektor infrastruktur.

Sebelumnya, Kepala Divisi Layanan dan Pengembangan Perusahaan Tercatat (LPP) BEI, Saptono Adi Junarso mengatakan terdapat lima pintu baru untuk bisa tercatat di Papan Utama maupun Papan Pengembangan. Hal itu terjadi setelah operator bursa melakukan revisi atas Peraturan Nomor I-A.1. tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas

Sebelumnya, calon emiten untuk bisa masuk papan utama harus membukukan laba usaha satu tahun terakhir dan net tangible asset (NTA) sebesar Rp100 miliar. Sementara untuk masuk papan pengembangan NTA Rp5 miliar atau laba usaha Rp1 miliar dan kapitalisasi pasar Rp100 miliar. Bisa juga dengan pendpatan Rp40 miliar dan kapitalisasi pasar Rp200 miliar.

Namun dengan revitalisasi peraturan masing-masing papan terbuka dengan lima persyaratan baru. Sapto mengatakan calon emiten bisa masuk papan utama dengan membukukan earning before tax (EBT) dan NTA lebih dari Rp250 miliar.

Lalu akumulasi EBT 2 tahun terakhir sebesar Rp100 miliar dan kapitalisasi pasar Rp1 triliun. Bisa juga dengan total asset Rp2 triliun dan kapitalisasi pasar Rp4 triliun. Adapun pintu terakhir melalui cash flow from operation (CFO) kumulatif 2 tahun Rp200 miliar dan kapitalisasi pasar Rp4 triliun.

Adapun pintu-pintu masuk papan pengembangan juga serupa namun dengan syarat keuangan yang lebih rendah dari papan utama. Sapto menambahkan saat ini ada 368 emiten dalam papan utama dan 388 dalam papan pengembangan sedangkan 15 emiten dalam papan akselerasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia ipo emiten teknologi
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top