Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dolar AS Menguat, Harga Emas Makin Loyo

Pelemahan harga emas dipicu oleh penguatan dolar AS setelah data ekonomi AS yang kuat mendukung sikap hawkish Federal Reserve (Fed) yang berencana menaikkan suku bunga acuan pada Maret 2022.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Januari 2022  |  07:00 WIB
Emas batangan - Bloomberg
Emas batangan - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas turun tajam pada akhir perdagangan Kamis (27/1/2022) di AS hingga melampaui level psikologis US$1.800 untuk pertama kalinya dalam hampir tiga pekan.

Pelemahan harga emas dipicu oleh penguatan dolar AS setelah data ekonomi AS yang kuat mendukung sikap hawkish Federal Reserve (Fed) yang berencana menaikkan suku bunga acuan pada Maret 2022.

Dilansir Antara, kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, anjlok US$36,6 atau 2,0 persen ke level US$1.793,10 per troy ounce, untuk pertama kalinya menyentuh level di bawah 1.800 sejak 10 Januari dan penyelesaian terendah sejak 6 Januari, menurut data FactSet.

Penurunan harga emas merupakan kelanjutan dari aksi jual Rabu (26/1/2022) karena pasar mencerna komentar Ketua Fed Jerome Powell tentang kenaikan suku bunga, kata Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, Philip Streible, di Chicago.

Data ekonomi positif yang dirilis pada Kamis (27/1/2022) juga meredam emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) AS tumbuh 6,9 persen pada kuartal keempat tahun 2021, lebih baik dari yang diperkirakan dan mencatat kinerja terbaiknya dalam hampir empat dekade.

Sementara itu Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran mingguan AS dalam pekan yang berakhir 20 Januari turun 30.000 menjadi 260.000, merosot untuk pertama kalinya dalam sebulan.

Lebih lanjut merusak daya tarik safe-haven emas bagi pembeli luar negeri, dolar melonjak ke level tertinggi sejak Juli 2020.

Harga emas akan melayang lebih rendah pada 2022 dan 2023 karena bank sentral menaikkan suku bunga, mengangkat imbal hasil obligasi dan membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik, menurut jajak pendapat Reuters.

Harga emas telah turun lebih dari 3,0 persen sejak mencapai harga tertinggi dalam 10 minggu pada Selasa (25/1/2022) didorong pembelian safe-haven yang dipicu oleh ketegangan Rusia-Ukraina.

"Setiap rebound yang tidak didukung oleh para pencari safe-haven dengan demikian akan mengalami resistensi cepat atau lambat selama ekonomi dalam mode pemulihan," tulis Analis Julius Baer Carsten Menke, Jumat (28/1/2022).

Menke menambahkan bahwa dia tidak melihat pergerakan berbasis luas ke emas dari para pencari safe-haven melainkan beberapa pembelian selektif yang akan tetap terjadi selama latar belakang ekonomi tidak memburuk secara tajam.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 1,13 dolar AS atau 4,75 persen, menjadi ditutup pada 22,676 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun 24,1 dolar AS atau 2,3 persen menjadi ditutup pada 1,021,80 dolar AS per ounce.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini dolar as harga emas comex

Sumber : Antara

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top