Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Alasan Adhi Commuter Properti (ADCP) Geser IPO ke Februari 2022

Pergeseran IPO Adhi Commuter Properi karena perseroan memerlukan waktu untuk menyelesaikan beberapa tambahan kebutuhan administrasi.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 27 Januari 2022  |  18:06 WIB
LRT City Jatibening, salah satu proyek PT Adhi Commuter Properti Tbk.
LRT City Jatibening, salah satu proyek PT Adhi Commuter Properti Tbk.

Bisnis.com, JAKARTA - Calon emiten properti berbasis TOD PT Adhi Commuter Properti Tbk. mengungkapkan alasan dibalik molornya jadwal go public pada awal tahun ini.

Calon emiten dengan kode saham ADCP itu mulanya akan menjadi perusahaan terbuka lewat penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada 4 Januari 2022. Namun, dalam prospektus terbaru, perseroan menggeser tanggal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia menjadi 23 Februari 2022.

Sekretaris Perusahaan Adhi Commuter Properti Adi Sampurno mengatakan pergeseran tanggal pencatatan itu karena perseroan memerlukan waktu untuk menyelesaikan beberapa tambahan kebutuhan administrasi. Selain itu, ADCP juga terus memantau kesiapan pasar dan investor.

“Kami sangat optimistis melihat perkembangan situasi dan animo investor yang sangat baik,” kata Adi, Kamis (27/1/2022).

Adi menyampaikan perseroan optimistis tahun ini sektor properti akan mulai pulih secara bertahap. Apalagi, produk properti yang ditawarkan perseroan dekat dengan akses transportasi massal sehingga akan lebih menarik karena efisien.

Ekonom dan Praktisi Pasar Modal Lucky Bayu Purnomo menilai penundaan IPO yang dilakukan sejumlah calon emiten pada 2021 dan menggesernya ke 2022 sudah tepat. Dia menjelaskan bahwa IPO merupakan rencana yang memiliki proses panjang dengan persyaratan administrasi yang harus dipenuhi.

“Proses IPO harus terus membandingkan kondisi perusahaan dengan sektornya, serta kondisi pasar secara umum,” kata Lucky.

Lucky pun menilai 2022 merupakan momentum yang tepat untuk IPO dengan kondisi IHSG yang stabil di atas 6.600. Hal itu pun menjadi indikasi optimisme para investor terhadap pasar ke depan.

Khusus untuk sektor properti, Lucky menilai pemulihannya telah mendapat dukungan dari insentif yang diberikan pemerintah baik dari sisi fiskal maupun kemudahan menjalankan usaha. Dia pun menilai prospek saham ADCP menarik lantaran perseroan memiliki karakteristik berbeda diabandingkan perusahaan properti lain serta memiliki diversifikasi produk.

“Artinya dalam rangka tetap mempertahankan kualitas fundamental perusahaan,” kata Lucky.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ipo emiten baru Adhi Commuter Properti
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top