Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dalam Masa Pemulihan Ekonomi, Prospek IDX Consumer Non-Cyclicals Positif

Kebutuhan atas barang-barang akan naik di masa pemulihan membuat IDX Sector Consumer Non-Cyclicals alias sektor barang konsumen primer juga akan terdorong naik. 
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 26 Januari 2022  |  06:00 WIB
Pegawai melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (24/1/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha\\r\\n
Pegawai melintas di dekat layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (24/1/2022). Bisnis - Himawan L Nugraha\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA – Prospek IDX Sector Consumer Non-Cyclicals pada tahun dinilai positif beriringan dengan ekspektasi pemulihan ekonomi yang menjadi faktor utamanya. 

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengestimasi pemulihan ekonomi pada tahun ini bisa mendekati masa sebelum pandemi Covid-19 sehingga kebutuhan atas barang-barang akan naik yang membuat IDX Sector Consumer Non-Cyclicals alias sektor barang konsumen primer juga akan terdorong naik. 

“Sebenarnya prospeknya bagus untuk sektor tersebut…sepanjang aktivitas masyarakat bisa pulih mendekati sebelum pandemi ya pasti kebutuhan atas barang-barang itu akan naik,” ungkap Wawan kepada Bisnis, Selasa (25/1/2022). 

Wawan pun memaparkan ekspektasi pertumbuhan ekonomi di tahun ini cukup tinggi dengan kenaikan di sekitar 5 persen. Adapun pada awal tahun ini dia menjelaskan bahwa salah satu pendukung ekspektasi pemulihan ekonomi ini adalah tingginya harga batu bara dan sangat baik. 

Menurutnya, berdasarkan pengalaman, ketika harga batu bara naik biasanya pemerintah akan memiliki pasokan uang yang kemudian bisa digunakan untuk belanja modal. 

Hal tersebut ungkapnya membuat peredaran uang dimasyarakat meningkat dan seharusnya berimbas positif pada sektor konsumsi termasuk barang konsumen primer. Dan inilah menurutnya mengapa indeks sektoral tersebut diekspektasikan berkinerja positif pada tahun ini. 

Namun dengan adanya peningkatan kasus harian Covid-19 beberapa waktu ini, sentimen tersebut ungkapnya bisa menjadi faktor penekan kinerja IDX Sector Consumer Non-Cyclicals dan hal ini sudah mulai terasa di awal Januari ini. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per Selasa (25/1/2022), menunjukkan IDX Sector Consumer Non-Cyclicals terkoreksi 1,37 persen year-to-date (ytd). Lebih lemah jika dibandingkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tercatat melemah 0,20 persen ytd. 

Wawan pun mengungkapkan pelemahan indeks tersebut juga beriringan dengan rata-rata indeks lainnya yang juga terkoreksi karena walaupun sentimen ekspektasi yang kuat di awal tahun mengenai pertumbuhan ekonomi, tetapi menghadapi dua faktor penekan utama. 

Pertama, yang dijelaskan di atas adalah sentimen negatif dari sisi kesehatan yang menjadi kekhawatiran investor di domestik karena ada potensi kenaikan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Lalu sentimen negatif yang kedua yang merupakan isu global adalah adanya kemungkinan percepatan kenaikan suku bunga di Amerika Serikat. 

Kendati demikian, Wawan mengatakan karena tahun ini baru berjalan satu bulan kurang, meski memang menghadapi sentimen negatif tersebut, dia mengaku masih menunggu katalis lain untuk tahun ini. 

Di sisi lain, terkait dengan isu ditundanya pemberlakuan cukai plastik, Wawan mengungkapkan hal tersebut akan menjadi katalis positif bagi emiten yang memang menggunakan plastik yang mana banyak digunakan oleh emiten makanan dan minuman. 

Menurutnya, penerapan cukai oleh pemerintah adalah pungutan untuk mengontrol sesuatu, sehingga semakin tinggi cukai akan berdampak pada penjualan produk. 

“Beberapa industri pasti akan terdampak tapi saya rasa tidak semuanya tergantung seberapa besar eksposur dia terhadap penggunaan plastik ini,” jelas Wawan. 

Berdasarkan catatan Bisnis, pada Desember lalu, pemerintah menyatakan bahwa pemberlakuan cukai plastik dan minuman berpemanis akan memperhatikan perkembangan kondisi ekonomi di tahun 2022 meski telah masuk ke dalam APBN 2022.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia Indeks BEI idx INDEKS SEKTORAL pemulihan ekonomi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top