Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenaikan Harga Batu Bara Bawa Berkah bagi Emiten Pelayaran

Kinerja positif harga batu bara tidak hanya mendorong kinerja emiten tembang, tetapi juga emiten pelayaran yang mengangkut batu bara.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 24 Januari 2022  |  16:27 WIB
Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk Bani M. Mulia (kanan) memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Selasa (16/5/2017). JIBI/Bisnis - Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk Bani M. Mulia (kanan) memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Selasa (16/5/2017). JIBI/Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara tetap melesat terimbas larangan ekspor Indonesia, meskipun aturan tersebut sudah dicabut. Selain menguntungkan emiten batu bara, kenaikan harga juga memberi berkah ke emiten pelayaran sebagai angkutannya.

Mengutip data Bloomberg pada perdagangan terakhir pada Jumat (21/1/2022), harga batu bara Newcastle tercatat turun tipis 0,47 persen ke US$224,60 per ton setelah sebelumnya sempat menyentuh US$226. Harga ini mendekati puncaknya pada Oktober 2021 yang mencapai US$250 per ton.

Terkait hal ini, Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk. (SMDR) Bani Maulana Mulia mengatakan bahwa kenaikan harga batu bara ini secara tidak langsung membawa snetimen positif bagi emiten angkutan batu bara.

“Secara langsung tidak ada pengaruh kepada pendapatan perusahaan, namun tentunya kenaikan harga batu bara membawa potensi baik bagi pelayaran, karena akan membawa potensi pertumbuhan pendapatan baik dari volume maupun kenaikan freight rate,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (24/1/2022).

Sementara belum ada pengaruh, saat emiten bersandi SMDR juga belum punya rencana menaikkan harga tarif angkutan, namun akan ada penyesuaian untuk kontrak-kontrak yang akan datang.

“Untuk kontrak angkutan sampai saat ini masih tetap stabil, tidak terpengaruh larangan ekspor yang sempat diberlakukan dan sekarang juga sudah dicabut bahkan sebelum sampai 1 bulan berlaku,” jelasnya.

Sementara, harga saham SMDR pada perdagangan Senin (24/1/2022) bergerak di zona merah, turun 20 poin atau 2,02 persen ke Rp970 setelah dilego asing senilai Rp437,13 juta. Dalam setahun (yoy), harga sahamnya sudah melesat 236,81 persen.

Sebelumnya, emiten angkutan batu bara PT Trans Power Marine Tbk. (TPMA) mengajukan diskusi untuk menaikkan harga tarif angkutan batu bara sejalan dengan kenaikan harga batu bara.

Namun, karena masih dalam taraf awal diskusi dan negosiasi dengan para pelanggan, belum ada kejadian penting yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup TPMA serta dapat mempengaruhi harga saham perseroan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara harga batu bara emiten pelayaran samudera indonesia
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top