Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Vaksin Booster Covid-19 Bisa Bikin Saham Farmasi Naik, tapi Perhatikan Hal Ini

Para investor retail disarankan hati-hati jika hendak mengoleksi saham-saham farmasi hanya berdasarkan sentimen vaksinasi booster.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 11 Januari 2022  |  16:38 WIB
Ilustrasi petugas mengambil vaksin dosis ketiga atau vaksin booster - Kemenkes RI
Ilustrasi petugas mengambil vaksin dosis ketiga atau vaksin booster - Kemenkes RI

Bisnis.com, JAKARTA - Sentimen vaksin booster Covid-19 dinilai berpotensi meningkatkan kinerja emiten farmasi. Sejumlah saham emiten tersebut menarik diperhatikan sekalipun mesti hati-hati.

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio mengungkapkan sentimen vaksin booster dirasa cukup kuat sebagai penopang kenaikan saham-saham yang berkaitan seperti IRRA, KAEF dan KLBF.

"Ditambah lagi dalam beberapa hari ini penambahan kasus Covid-19 mulai melonjak dengan kasus harian 400-500 kasus, di mana kasus harian sepanjang Desember 2021 kemarin hanya berada pada kisaran 92-311 kasus," jelasnya kepada Bisnis, Selasa (11/1/2022).

Namun, sentimen ini juga dirasa kuat sebagai katalis pendongkrak saham-saham obat-obatan dan farmasi lainnya seperti SIDO, SOHO dan MERK.

Untuk PT Itama Ranoraya Tbk. (IRRA), vaksin booster ini berpeluang menjadi sentimen yang kuat untuk mendongkrak harga sahamnya, terlebih lagi IRRA sudah memiliki kontrak 141 juta jarum suntik ADS untuk program vaksinasi pemerintah.

Selain itu, PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) turut andil dalam program vaksinasi booster dengan komitmen mengimpor 10 juta vaksin hasil kerja sama dengan Genexine Inc. Hal senada juga dilakukan PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) yang telah menyiapkan 5 merek vaksin booster untuk 21 juta orang di tahap pertama ini.

"Walau begitu perlu dicermati kalau memang ketiga emiten ini bisa mendulang penambahan pendapatan dari vaksinasi booster ini, yang menjadi tantangan adalah bisa saja pendapatan ini tidak stabil untuk tahun mendatang," katanya.

Menurutnya terdapat sejumlah faktor yang berpotensi menahan pendapatan dari para emiten penyalur vaksin booster. Misalnya program vaksinasi booster ternyata jangka pendek atau rampung tahun ini. Selain itu, potensi keterbatasan infrastruktur yang menjaga kualitas vaksin selama masa distribusi.

Dengan demikian, ia menyarankan para investor retail untuk hati-hati jika hendak mengoleksi saham-saham ini hanya berdasarkan sentimen vaksinasi booster. Hal tersebut bercermin dari historis di awal tahun 2021.

"Pada awal 2021 terjadi kenaikan [saham] yang luar biasa tetapi langsung mengalami penurunan," paparnya

Adapun rekomendasi secara teknikal saham IRRA bisa dipasang target Rp2.300 dan KAEF di level resistensi Rp2.700-Rp2.800. Namun perlu dipertimbangkan juga untuk memakai strategi stoploss jika terjadi penurunan.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emiten farmasi kimia farma kalbe farma Itama Ranoraya
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top