Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ekspor Batu Bara Disetop, Erick Thohir: Prioritaskan Kebutuhan Dalam Negeri

Menteri BUMN Erick Thohir menerangkan Kementerian BUMN akan jauh lebih memprioritaskan kebutuhan energi dalam negeri demi kelancaran pembangunan.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 04 Januari 2022  |  09:26 WIB
Ekspor Batu Bara Disetop, Erick Thohir: Prioritaskan Kebutuhan Dalam Negeri
Menteri BUMN Erick Thohir menyebut sejumlah BUMN akan kecipratan investasi dari Uni Arab Emirate (UAE) senilai US18 miliar. - Istimewa.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian BUMN segera bergerak cepat mengatasi permasalahan suplai batu bara dan LNG [liquified natural gas] sebagai sumber energi dalam mendukung pasokan listrik nasional jangka panjang.

Menteri BUMN Erick Thohir menerangkan sistem logistik dan infrastruktur juga akan melakukan modernisasi sehingga kapasitas Indonesia sebagai negara penghasil sumber daya alam tidak mengalami ketidakpastian kebutuhan energi demi menunjang kelancaran pembangunan.

Menteri BUMN Erick Thohir menggelar rapat dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Perdagangan, Menteri Perhubungan, Kejaksaan Agung, dan BPKP, Senin (3/1/2022) malam.

Pertemuan antara Kementerian dan Lembaga Pemerintah tersebut dilakukan usai Presiden RI, Joko Widodo memberikan pengarahan terkait prioritas untuk mendahulukan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri sebelum melakukan ekspor.

"Para menteri yang terkait suplai batu bara dan LNG untuk mendukung pasokan listrik nasional langsung membagi tugas. Kami di Kementerian BUMN akan memperbaiki kontrak jangka panjang kebutuhan suplai sesuai dengan rapat bersama Kejaksaan Agung dan BPKP," jelas Menteri BUMN, Erick Thohir di Jakarta, dikutip Selasa (4/1/2022).

Intinya, Kementerian BUMN akan jauh lebih memprioritaskan kebutuhan energi dalam negeri demi kelancaran pembangunan.

Selain itu, Erick Thohir juga akan memperbaiki sistem logistik dan infrastuktur untuk memastikan kebutuhan batu bara dalam negeri terpenuhi.

"Sesuai arahan Presiden yang telah menekankan komitmen bersama jajaran Kabinet Indonesia Maju untuk menggantikan batu bara dengan energi baru terbarukan, maka kami juga telah menyiapkan road map pengembangan ekonomi hijau dan transisi energi serta renewable energy sehingga kita segera memiliki energi baru terbarukan," tambah Erick.

Menurut Kementerian ESDM, target produksi batu bara pada 2022 akan lebih tinggi dibandingkan dengan 2021. Proyeksi target produksi 2022 berada di kisaran 637 juta hingga 664 juta ton, sedangkan target produksi batu bara 2021 mencapai 625 juta ton.

Sementara itu, kebutuhan batu bara dalam negeri diprediksi juga meningkat pada 2022 dengan 190 juta ton. Angka tersebut meningkat dibandingkan kuota DMO pada 2021 yang mencapai 137,5 juta ton.

Data dari Kementerian ESDM juga mengungkapkan bahwa fenomena alam, seperti Badai La Nina yang menerjang Pulau Kalimantan pada November lalu sehingga meningkatkan curah hujan tinggi menyebabkan realisasi produksi batu bara hingga awal Desember mencapai 560 juta ton atau sekitar 89,6 persen dari target.

Sementara itu, penyerapan batu bara dalam negeri hingga awal Desember pun baru menyentuh 121,3 juta ton, atau sekitar 88,2 persen dari target DMO.

Dalam rapat bersama juga disepakati bahwa Menteri ESDM akan mengeluarkan perubahan DMO yang bisa dievaluasi perbulan dan yang tidak menepati sesuai kontrak akan di penalti tinggi bahkan dicabut izin tambangnya.

"Lalu kami tetap mendukung pengembangan ekspor bersama Menteri Perdagangan sebagai pemasukan devisa negara dengan mengkalkulasi berapa kebutuhan dalam negeri. Sedangkan dengan Menteri Perhubungan akan dilakukan sinergi dengan para pihak untuk menangani logistik," papar Erick.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara kementerian bumn erick thohir
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top