Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waskita Toll Road (WTR) Kantongi Rp6,84 Triliun dari Divestasi Tol pada 2021

WTR telah mencapai kesepakatan divestasi bersyarat pada ruas tol Cimanggis – Cibitung dan diharapkan perjanjian divestasi final akan terlaksana pada kuartal I/2022.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 03 Januari 2022  |  18:14 WIB
Interchange di Jalan tol Kanci-Pejagan. Jalan tol ini dikelola oleh PT Semesta Marga Raya, anak usaha PT Waskita Transjawa Roll Road. Waskita Toll Road memiliki 39,49 persen saham WTTR per 1 April 2020. - wtr.co.id
Interchange di Jalan tol Kanci-Pejagan. Jalan tol ini dikelola oleh PT Semesta Marga Raya, anak usaha PT Waskita Transjawa Roll Road. Waskita Toll Road memiliki 39,49 persen saham WTTR per 1 April 2020. - wtr.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Entitas anak PT Waskita Karya (Persero) Tbk. yang bergerak di bidang jalan tol yaitu PT Waskita Toll Road (WTR) telah merampungkan divestasi sebanyak 4 ruas jalan tol sepanjang 2021. Adapun, nilai recycling asset tersebut mencapai Rp6,84 triliun yang digunakan untuk mendukung proses restrukturisasi Waskita Karya.

Corporate Secretary WTR Alex Siwu menjabarkan divestasi yang dilakukan perseroan pada 2021 yaitu di jalan tol ruas Medan–Kualanamu-Tebing Tinggi, Semarang–Batang, Cinere–Serpong, dan Cibitung–Cilincing.

“Total penerimaan sebesar Rp6,84 triliun. Selain itu, saat ini WTR telah mencapai kesepakatan divestasi bersyarat pada ruas tol Cimanggis–Cibitung dan diharapkan perjanjian divestasi final akan terlaksana pada kuartal I/2022,” kata Alex kepada Bisnis, Senin (3/1/2022).

Adapun, dana divestasi yang didapatkan WTR pada tahun lalu digunakan untuk mendukung proses restrukturisasi di induk usahanya yaitu Waskita Karya.

Alex melanjutkan saat ini perseroan masih memiliki aset sebanyak 12 ruas jalan tol yang sudah beroperasi penuh, beroperasi sebagian, dan dalam tahap konstruksi.

Adapun, tiga ruas tol yang sudah beroperasi secara penuh adalah ruas Kanci–Pejagan, Pejagan–Pemalang, dan Pemalang-Batang.

Sedangkan yang sudah beroperasi sebagian adalah jalan tol ruas Pasuruan–Probolinggo, Cimanggis–Cibitung, Bekasi–Cawang–Kampung Melayu, Ciawi–Sukabumi. Depok-Antasari, Krian-Legundi-Bunder-Manyar, dan Kayu Agung–Palembang–Betung.

Sedangkan yang masih dalam tahap konstruksi yaitu jalan tol ruas Cileunyi–Sumedang–Dawuan, dan Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Destiawan Soewardjono mengatakan saat ini perseroan dalam proses diskusi dengan beberapa investor dari luar negeri termasuk dari China untuk divestasi sejumlah ruas jalan tol.

“Termasuk nanti yang tol Becakayu seksi 2B Bekasi Barat-Tambun. Tapi Waskita masih kesulitan menyelesaikan seksi 2B ini karena masalah pendanaan. Pak Menko sudah menyampaikan alternatif pendanaan dari pemerintah, nanti kami coba dari swasta,” kata Destiawan, Jumat (24/12/2021).

Emiten dengan kode saham WSKT ini masih akan menawarkan 4-5 ruas jalan tol kepada investor termasuk Indonesia Investment Authority (INA) pada 2022.

Divestasi aset merupakan salah satu upaya WSKT mengurangi beban utang dan menyehatkan neraca keuangan. Selain melakukan divestasi, WSKT juga tengah memproses rights issue untuk menggalang modal demi mempercepat penyelesaian konstruksi jalan tol.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol waskita karya divestasi waskita toll road
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top