Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masih Rugi, NET TV Komitmen Bagi Dividen 25 Persen setelah IPO

NET TV berkomitmen untuk membayarkan dividen tunai kepada pemegang saham maksimum sebesar 25 persen dari laba bersih perseroan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 27 Desember 2021  |  15:45 WIB
Logo Net TV - Istimewa
Logo Net TV - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Calon emiten media pemilik saluran NET TV. yaitu PT Net Visi Media Tbk. berkomitmen memberikan dividen tunai kepada pemegang saham maksimum sebesar 25 persen dari laba bersih setelah penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

Berdasarkan prospektus yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, perusahaan yang mengelola media NET TV. ini akan menawarkan sebanyak-banyaknya 765,30 juta saham. Jumlah tersebut mewakili 4,37 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Nilai nominal saham ditetapkan Rp100 dengan harga penawaran Rp190 - Rp196 per saham. Dengan demikian, NET TV. berpotensi meraup dana segar sebanyak-banyaknya Rp149,99 miliar dalam aksi korporasi ini.

“Setelah Penawaran Umum Perdana Saham ini, Perseroan berkomitmen untuk membayarkan dividen tunai kepada pemegang saham Perseroan maksimum sebesar 25 persen dari laba bersih Perseroan,” tulis manajemen Net Visi Media dalam prospektus, dikutip Senin (27/12/2021).

Adapun, pembagian dividen itu nantinya akan mempertimbangkan keuntungan dan tingkat kesehatan perseroan pada tahun buku yang bersangkutan.

Besaran dividen juga bakal bergantung dari hasil kegiatan usaha dan arus kas serta prospek usaha, kebutuhan modal kerja, belanja modal, dan rencana investasi di masa yang akan datang.

Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 31 Juli 2021, induk usaha PT Net Mediatama Televisi atau NET TV. ini membukukan pendapatan senilai Rp282,93 miliar. Realisasi itu naik 34,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp209,98 miliar.

Laba bruto tercatat naik 73,25 persen secara tahunan menjadi Rp95,76 miliar dari sebelumnya Rp55,27 miliar. Namun, perseroan masih menderita kerugian walau sudah berkurang sebesar Rp120,34 miliar dari posisi rugi sebelumnya Rp411,17 miliar.

Adapun, marjin laba bruto perseroan membaik menjadi 33,85 persen pada akhir Juli 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 30,34 persen. Sedangkan marjin rugi neto menipis menjadi -42,79 persen dari sebelumnya -137,98 persen.

Rasio laba neto terhadap ekuitas (ROE) tercatat sebesar -510 persen pada akhir Juli 2021 sedangkan rasio laba neto terhadap aset (ROA) sebesar -7,05 persen.

Total aset perseroan turun 6,30 persen sejak awal tahun hingga 31 Juli 2021 menjadi Rp1,11 triliun dari sebelumnya Rp1,18 triliun. Total ekuitas turun 54,01 persen year-to-date (ytd) menjadi Rp23,74 miliar sedangkan total liabilitas turun 4,06 persen menjadi Rp1,69 triliun.

“Tidak terdapat negative covenant yang dapat menghambat perseroan untuk melakukan pembagian dividen kepada pemegang saham, sepanjang pembagian dividen tersebut tidak melebihi 25 persen dari laba bersih perseroan (sejalan dengan kebijakan dividen Perseroan) dan tidak terjadi pelanggaran financial covenant,” tulis manajemen Net Visi Media.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia ipo dividen net tv
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top