Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siap Meroket! Bitcoin Bisa Tembus US$100.000 di 2022, Ini Sebabnya

Pergerakan harga Bitcoin dinilai mampu melewati sentimen pelarangan penambangan aset kripto oleh pemerintah China dan konsumsi energi yang tidak efisien melalui aktivitas penambangan.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 21 Desember 2021  |  11:22 WIB
Ilustrasi Mata Uang Kripto Bitcoin - Antara
Ilustrasi Mata Uang Kripto Bitcoin - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Harga Bitcoin masih berpeluang menembus level US$100.000 pada tahun depan meski tengah mengalami tren koreksi menjelang akhir 2021.

Senior Commodity Strategist Bloomberg Intelligence, Mike McGlone dalam Global Cryptocurrencies 2022 Outlook edisi Desember 2021 yang dirilis Bloomberg menyebutkan, tren koreksi Bitcoin yang terjadi saat ini secara fundamental masih menunjukkan pola bullish. Hal ini diprediksi akan menjadi bantalan bagi Bitcoin untuk menguat pada tahun depan.

Riset tersebut menyebutkan, pergerakan harga Bitcoin dinilai mampu melewati sentimen pelarangan penambangan aset kripto oleh pemerintah China dan konsumsi energi yang tidak efisien melalui aktivitas penambangan (mining). Hal tersebut terlihat dari pemulihan harga yang terjadi setelah mengalami koreksi signifikan hingga ke kisaran US$30.000 pada Juli lalu.

“Mayoritas aktivitas penambangan telah berpindah ke lokasi yang lebih aman di AS dan Kanada. Sementara itu, penggunaan energi terdesentralisasi juga mengindikasikan kekuatan Bitcoin,” ujar McGlone dikutip dari risetnya, Selasa (21/12/2021).

Ia menyebutkan, pertanyaan kunci yang dihadapi Bitcoin menjelang awal 2022 adalah apakah pergerakan harga kripto tertua tersebut akan menyentuh puncaknya atau hanya sekadar fase konsolidasi untuk bergerak bullish ke depannya.

“Kami mempercayai Bitcoin sedang terkonsolidasi untuk bergerak lebih bullish. Saat ini, Bitcoin sedang dalam prosesnya untuk menjadi aset digital yang menjadi jaminan di pasar dunia,” jelasnya.

Seiring dengan hal tersebut, McGlone menyebutkan level support utama Bitcoin berada di US$50.000 dan titik resistance di US$100.000 pada tahun depan.

Menurutnya, pergerakan Bitcoin menuju level US$100.000 hanya tinggal masalah waktu. Hal ini seiring dengan banyaknya sentimen positif untuk Bitcoin, mulai dari adopsi ke bursa arus utama hingga menjadi alat pembayaran sah di El Salvador.

Adapun sebelum dapat menguji level US$100.000, McGlone menetapkan level support awal harga Bitcoin di kisaran US$40.000 pada 2022. Sementara, level resistance awal ditetapkan pada rentang US$70.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bitcoin cryptocurrency aset kripto
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top