Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham-Saham BUMN Cenderung Redup, Cek Rekomendasinya pada 2022

Hanya ada 7 saham konstituen indeks IDX BUMN20 yang menguat sejak awal tahun, sedangkan 13 saham lainnya melemah.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 21 Desember 2021  |  18:39 WIB
BTS Telkomsel yang menggunakan sumber energi ramah lingkungan melalui teknologi fuel cell. istimewa
BTS Telkomsel yang menggunakan sumber energi ramah lingkungan melalui teknologi fuel cell. istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja kelompok saham pelat merah dalam indeks IDX BUMN20 masih tertahan di teritori negatif sepanjang 2021. Adapun, mayoritas harga saham emiten konstruksi di dalam indeks IDX BUMN20 mengalami penurunan harga paling dalam.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per 20 Desember 2021, indeks IDX BUMN20 melemah 6,44 persen menjadi 366,88 sejak awal tahun (year-to-date/ytd). Realisasi itu kontras dengan penguatan IHSG sebesar 9,50 persen ytd menjadi 6.547.

Mengutip Bloomberg hingga akhir penutupan perdagangan Selasa (21/12/2021), terdapat 7 saham konstituen indeks IDX BUMN20 yang menguat sejak awal tahun sedangkan 13 saham lainnya melemah.

Penguatan harga paling tinggi dicapai oleh saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. sebesar 25,68 persen ytd. Selanjutnya saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menguat 16,80 persen dan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menguat 13,04 persen.

Di sisi lain, saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) turun paling dalam sebesar 47,92 persen. Saham PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) turun 46,38 persen dan saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) turun 45,59 persen.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan saham emiten pelat merah dari sektor konstruksi melemah tahun ini karena kinerja perseroan masih di bawah kinerja prapandemi.

“Memang secara kinerja [emiten BUMN Karya] mulai pulih dibanding 2020, tapi masih jauh dibanding kinerja 2019 sebelum pandemi,” kata Dennies kepada Bisnis, Selasa (21/12/2021).

Penurunan harga saham WSKT yang hampir 50 persen dinilai Dennies mencerminkan kinerja perseroan yang memang kurang baik dengan struktur modal yang kurang sehat.

Adapun, aksi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dari WSKT pada akhir tahun ini akan diperhatikan pelaku pasar.

Kinerja sektor konstruksi yang belum bergeliat juga berdampak pada penjualan semen. Performa saham PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) yang turun 40,24 persen disebut Dennies juga sebagian disebabkan oleh proyek pembangunan yang belum ramai.

“Kalau sektor konstruksi dan pembangunan membaik, emiten semen juga pasti membaik,” ujar Dennies.

Untuk 2022, Artha Sekuritas masih menjagokan saham keluarga BUMN dari kelompok perbankan seperti BBNI, BBRI, dan BMRI. Saham BUMN Karya seperti WSKT, WIKA, dan PTPP diperkirakan juga bisa bangkit dengan asumsi tidak ada gelombang Covid-19 berikutnya.

Tabel Kinerja Saham IDXBUMN20 per Selasa (21/12/2021) 

Kode Saham

Nama Perusahaan

YTD

TLKM

Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

25,68%

ANTM

Aneka Tambang Tbk.

16,80%

BMRI

Bank Mandiri (Persero) Tbk.

13,04%

BJTM

Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk.

11,03%

BBNI

Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

8,50%

BBRI

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

1,34%

TINS

Timah Tbk.

1,01%

BBTN

Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

0,29%

PTBA

Bukit Asam Tbk.

-4,27%

BJBR

Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

-9,68%

PGAS

Perusahaan Gas Negara Tbk.

-14,80%

JSMR

Jasa Marga (Persero) Tbk.

-15,12%

BRIS

Bank Syariah Indonesia Tbk.

-20,67%

ELSA

Elnusa Tbk.

-22,16%

ADHI

Adhi Karya (Persero) Tbk.

-39,41%

SMGR

Semen Indonesia (Persero) Tbk.

-40,24%

KAEF

Kimia Farma Tbk.

-40,47%

WIKA

Wijaya Karya (Persero) Tbk.

-45,59%

PTPP

PP (Persero) Tbk.

-46,38%

WSKT

Waskita Karya (Persero) Tbk.

-47,92%

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI BUMN rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top