Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Apexindo Kantongi Kontrak Setara Rp320,3 Miliar dari Pertamina

PT Apexindo Pratama Duta Tbk. (APEX) berhasil memenangkan tender kontrak kerja sama dengan Pertamina senilai US$22,4 juta.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 09 Desember 2021  |  15:00 WIB
Apexindo Kantongi Kontrak Setara Rp320,3 Miliar dari Pertamina
PT Apexindo Pratama Duta - apexindo.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pertambangan minyak dan gas PT Apexindo Pratama Duta Tbk. (APEX) berhasil memenangkan tender kontrak kerja sama dengan Pertamina senilai US$22,4 juta atau sekitar Rp320,32 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan di Bursa Efek Indonesia, Kamis (9/12/2021), emiten bersandi APEX ini telah menerima Surat Penunjukan Pemenang Tender dari PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PKHT).

“Tender tersebut untuk pengeboran laun di wilayah lepas pantai sebelah Timur Kalimantan,” tulis Erwin Susanto, Wakil Direktur Utama APEX dalam keterbukaan informasi.

Adapun, nilai kontrak ditetapkan sekitar US$22,4 juta untuk 7 sumur dengan durasi kontrak selama 12 bulan.

“Kontrak ini berdampak positif terhadap tingkat utilisasi rig dan pendapatan operasional perseroan,” sambungnya.

Dari sisi saham, hari ini pukul 14.54 WIB saham APEX bergerak di zona hijau, naik 5 poin atau 0,96 persen ke Rp525 setelah bergerak di kisaran Rp515 - Rp540.

Emiten dengan nilai kapitalisasi pasar Rp1,4 triliun itu mencatatkan kenaikan harga saham 28,05 persen sepanjang tahun ini dan melesat 245,39 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertamina migas kontrak baru apexindo
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top