Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenaikan Cukai Bisa Tekan Margin Emiten Rokok HMSP dan GGRM di 2022

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan cukai SKM dari produsen rokok tier 1 akan meningkat 16,9 persen pada 2022, sementara SPM juga akan meningkat 18,4 persen tahun depan
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 07 Desember 2021  |  16:17 WIB
Kenaikan Cukai Bisa Tekan Margin Emiten Rokok HMSP dan GGRM di 2022
Pabrik rokok PT Gudang Garam Tbk di Kediri, Jawa Timur - Antara/Arief Priyono
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menargetkan penerimaan cukai mencapai Rp203,9 triliun pada 2022. Angka tersebut naik 13,5 persen dari target tahun ini yang mencapai Rp179,6 triliun.

Analis Mirae Asset Sekuritas Christine Natasya mengatakan, peningkatan cukai ini akan didorong dengan rencana pemerintah meningkatkan cukai hasil tembakau (CHT). Pemerintah memperkirakan cukai rokok akan mencapai Rp18,96 triliun tahun depan, naik 11,3 persen dibandingkan 2021 yang diperkirakan mencapai Rp17,03 triliun.

"Tahun ini, cukai rokok naik 12,5 persen. Cukai sigaret kretek mesin (SKM) produksi produsen rokok tier 1 naik 16,9 persen per batang, sementara cukai sigaret putih mesin (SPM) naik 18,4 persen per batang. Sementara cukai sigaret kretek tangan tidak dinaikkan," ujar Christine dalam risetnya, dikutip Selasa (7/12/2021).

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan cukai SKM dari produsen rokok tier 1 akan meningkat 16,9 persen pada 2022, sementara SPM juga akan meningkat 18,4 persen tahun depan. Untuk sigaret kretek tangan, Christine menilai cukainya tidak akan dinaikkan.

Dengan proyeksi tersebut, Christine mengatakan hal ini akan berdampak negatif ke produsen SKM dan SPM seperti PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM). Pasalnya, mayoritas penjualan kedua emiten tersebut datang dari SKM.

"Kami juga memperkirakan margin mereka akan menurun, khususnya untuk merek unggulan," tutur dia.

Dia menyebut, hingga sembilan bulan 2021, penjualan SKM HMSP berkontribusi ke total penjualan sebesar 66,8 persen, sementara penjualan SKM GGRM berkontribusi ke 91,9 persen penjualan perseroan.

Menurutnya, penjualan segmen SKT akan diuntungkan tahun depan karena tidak adanya kenaikan cukai. Adapun hingga kuartal III/2021, HMSP membukukan pertumbuhan penjualan 9,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) di segmen ini.

"Kami percaya segmen SKT masih akan diuntungkan dari tidak adanya kenaikan cukai. HMSP bahkan meluncurkan produk sigaret putih mesin pertamanya dengan nama Marlboro Crafted di 2020, dengan proyeksi segmen hand-rolled akan diuntungkan dari beralihnya konsumen ke segmen baru ini," ucapnya.

Lebih lanjut, Christine menuturkan, margin kotor HMSP dan GGRM akan turun akibat kenaikan cukai SKM di tahun depan.

"Meski demikian, kami perkirakan margin yang turun berjumlah minimal, dibandingkan 2021 karena masih berlangsungnya pemulihan ekonomi," tuturnya.

Christine memperkirakan, margin kotor HMSP akan turun dari 17,1 persen di tahun ini menjadi 16,9 persen pada 2022. Sementara, margin kotor GGRM diproyeksi turun dari 11,7 persen 2021, menjadi 11 persen tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham hm sampoerna emiten rokok gudang garam
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top