Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Komoditas Naik, Mirae Targetkan IHSG Menuju 7.600 pada 2022

Secara historis, inflow asing ke ekuitas Indonesia meningkat ketika harga komoditas lebih tinggi seperti yang ditunjukkan selama 2013-2014 dan 2020-2021.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 07 Desember 2021  |  19:44 WIB
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan ponsel di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan ponsel di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (6/10/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Mirae Asset Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menyentuh level 7.600 pada 2022. Hal ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dan preferensi investor untuk kelas aset ekuitas pasar negara berkembang.

Kepala Riset Mirae Sekuritas Hariyanto Wijaya dalam risetnya mengatakan, aliran masuk investor asing ke pasar saham Indonesia kemungkinan akan berlanjut pada 2022.

"Sebagai negara dengan eksposur ekspor komoditas yang besar, Indonesia menikmati nilai ekspor yang lebih tinggi selama siklus naik komoditas, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pendapatan yang lebih tinggi," kata Hariyanto, Selasa (7/12/2021).

Secara historis, kata dia, inflow asing ke ekuitas Indonesia meningkat ketika harga komoditas lebih tinggi seperti yang ditunjukkan selama 2013-2014 dan 2020-2021.

Dia melanjutkan, dampak positif dari harga CPO yang menguntungkan akan dimulai pada 2022, ketika para petani kecil perkebunan CPO cenderung meningkatkan tabungan mereka pada 2021, mulai membelanjakan uang mereka pada 2022.

Total simpanan dan simpanan dalam sistem perbankan Indonesia meningkat sekitar Rp602 triliun selama pandemi, yang akan meningkatkan pengeluaran ketika kepercayaan konsumen Indonesia pulih.

Sementara, normalisasi kebijakan moneter The Fed menurutnya memiliki dampak yang relatif terbatas terhadap IHSG.

"Untuk memerangi inflasi yang sangat tinggi, The Fed kemungkinan akan mempercepat jadwal pengurangan pembelian obligasi bulanan dan menaikkan suku bunga Fed-nya. Belajar dari kebijakan pengetatan terakhir pada 2015-2019, IHSG mampu outperform yang dipimpin oleh sektor perbankan," ucapnya.

Adapun untuk saham pilihan, Mirae Sekuritas memilih dua bank sebagai top picks, yaitu BMRI dan BBRI, serta perusahaan tambang batu bara ADRO ke pilihan utamanya. Ketiga saham ini menggantikan BSDE, DMAS, dan AALI.

"Pilihan utama kami condong ke bank, retailer kelas atas, dan pertambangan batu bara, yang membuka jalan bagi BBNI, BMRI, BBRI, BTPS, BJTM, MAPA, ADRO, dan ITMG," ujar dia.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham prediksi ihsg penggerak ihsg
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top