Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cara Ampuh Tak Terjebak Penyedia Jasa Keuangan Ilegal dari CEO Bibit

Bibit memiliki teknologi robo-advisor yang dapat membantu calon investor untuk menyesuaikan portofolio investasi.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 25 November 2021  |  20:23 WIB
Tampilan layar menampilkan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida (kiri atas), Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah (tengah atas), Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko PT Bursa Efek Indonesia Fithri Hadi (kiri bawah), CEO Bibit Sigit Kouwagam (tengah bawah) saat isnis Indonesia Financial Outlook 2022 di Jakarta, Kamis (25/11/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Tampilan layar menampilkan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida (kiri atas), Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2A OJK Ahmad Nasrullah (tengah atas), Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko PT Bursa Efek Indonesia Fithri Hadi (kiri bawah), CEO Bibit Sigit Kouwagam (tengah bawah) saat isnis Indonesia Financial Outlook 2022 di Jakarta, Kamis (25/11/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Salah satu agen penjual efek reksa dana (APERD) daring berupa aplikasi investasi, Bibit.id menyampaikan edukasi bagi masyarakat ketika akan berinvestasi menjadi salah satu kunci penting.

Hal ini dikarenakan, edukasi investasi bisa menghasilkan manfaat ganda. Baik itu berfungsi menarik calon investor untuk melakukan investasi sekaligus juga berfungsi sebagai antisipasi atau pengingat bagi investor agar tidak salah memilih tempat maupun produk investasi.

CEO Bibit.id Sigit Kouwagam dalam acara Bisnis Indonesia Financial Outlook 2022 dengan tema Era Ekonomi Digital: Antara Potensi Bisnis dan Keamanan Data mengungkapkan, berkat hasil inovasi yang dilakukan oleh regulator, perusahaan-perusahaan seperti Bibit yang berkecimpung dalam sektor jasa keuangan digital dapat hadir saat ini.

Menurutnya, digitalisasi sektor jasa keuangan khususnya investasi saat ini membawa banyak manfaat baik penyedia jasa maupun para investor sehingga infrastruktur digital yang tersedia bisa dimanfaatkan.

Dia menilai infrastruktur digital yang telah dibangun oleh para regulator berdampak sangat besar bagi industri keuangan digital. Saat ini kemudahan bertransaksi sangat berkembang luar biasa jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya.

“Dan ke depannya pun juga semakin dipermudah dan biaya yang dikeluarkan baik dari sisi pebisnis dan investor pasti cenderung turun. Hal ini memungkinkan industri bisa beroperasi secara lebih efisien,” papar Sigit dalam acara yang diselenggarakan Bisnis Indonesia, Kamis (25/11/2021).

Oleh karena itu, dengan berbagai kemudahan yang ada saat ini, Sigit merasa bahwa yang perlu ditekankan saat ini adalah pemahaman calon investor terhadap produk investasi.

Dia mengatakan, produk investasi seperti yang telah diketahui mengandung risiko, dan setiap investor ungkapnya pasti mempunyai profil risiko yang berbeda, kondisi keuangan yang berbeda, dan tujuan investasi yang berbeda

Bibit, ungkapnya, memiliki teknologi robo-advisor yang dapat membantu calon investor untuk menyesuaikan portofolio investasi yang akan mereka bangun sehingga sesuai dengan profil risiko, tujuan investasi dan kondisi keuangan masing-masing.

Untuk melaksanakan hal tersebut, dia mengungkapkan menjadi salah satu fokus perusahaan untuk meningkatkan awareness dan literasi masyarakat guna untuk meningkatkan kesadaran berinvestasi.

Di sisi lain, edukasi menurutnya juga bisa menjadi platform untuk menghadapi tantangan pelaku bisnis dan penyedia jasa keuangan digital ilegal yang akan merugikan investor maupun calon investor.

Mengingat saat ini bisnis digital tidak hanya digunakan penyedia layanan investasi yang berlisensi tetapi juga banyak penawaran-penawaran investasi yang tidak memiliki izin turut serta meramaikan pasar digital saat ini.

Sigit mencontohkan, hal tersebut bisa berupa penawaran investasi bodong berupa ponzi scheme, atau money game yang saat ini banyak dilakukan secara digital.

Hal ini menurutnya menjadi tantangan bagi para pelaku industri keuangan untuk memastikan calon investor tidak terjebak dengan produk-produk keuangan yang tidak sesuai atau bahkan merugikan mereka.

“Kami percaya bahwa edukasi adalah salah satu kunci penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan yang tepat sebelum mereka mempercayai suatu instansi untuk memberikan dana mereka untuk dikelola atau untuk diinvestasikan demi masa depan,” tutup Sigit.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bibit investor saham tips investasi
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top