Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penguatan Imbal Hasil Obligasi AS Tekan Harga Emas ke Bawah US$1.800

Kenaikan imbal hasil obligasi AS membuat aset emas kurang menarik lantaran biaya memegang aset emas menjadi lebih tinggi dibandingkan menyimpan obligasi pemerintah AS.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 24 November 2021  |  14:24 WIB
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi. - Bloomberg
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. Harga emas mengalami pergerakan ekstrim pada pekan ini yang mana sempat turun ke level US1.800 per ons beberapa hari setelah memecahkan rekor harga tertinggi. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Sekalipun harga emas global bergerak di zona hijau, kini posisinya masih parkir di bawah US$1.800 per troy ons setelah menguatnya tingkat imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun.

Pada perdagangan Rabu (24/11/2021) siang sesi Asia, harga emas Comex tercatat naik 10,50 poin atau 0,59 persen ke US$1.796,80 per troy ons. Sementara harga emas spot naik 4,16 poina tau 0,23 persen ke US$1.793,32 per troy ons.

Tim Riset Indonesia Commodity dan Derivative Exchange (ICDX) mengatakan, kenaikan imbal hasil obligasi AS tersebut membuat aset emas kurang menarik, dengan membuat biaya memegang aset emas menjadi lebih tinggi dibandingkan menyimpan obligasi pemerintah AS.

“Salah satu penyebab naiknya imbal hasil obligasi AS adalah harapan pasar yang kembali naik atas peluang bahwa the Fed akan mempercepat proses normalisasi suku bunga AS untuk melawan efek dari naiknya tingkat inflasi yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir,” tulisnya dalam riset harian.

Adapun, terdapat dua data yang juga menjadi fokus pelaku pasar, di antaranya adalah data GDP AS dengan proyeksi mengalami percepatan pertumbuhan serta data inflasi melalui rilis data Core PCE yang juga diharapkan akan mengalami kenaikan pertumbuhan.

“Dengan tekanan tajam yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, resistance terdekat harga emas saat ini berada di area US$1.800 hingga US$1.810, Sedangkan, untuk zona support terdekatnya berada di area US$1.784 hingga US$1.780,” tambahnya.

Sementara itu, untuk zona resistance terjauhnya berada di areal US$1.825 dan support terjauhnya berada di areal US$1.770 per troy ons.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini logam mulia harga emas comex
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top