Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prospek Pertumbuhan Mitratel (MTEL) Masih Cerah, Ini Sebabnya

Potensi pertumbuhan Mitratel (MTEL) didukung oleh posisi Perseroan yang memiliki menara telekomunikasi terbanyak dan tersebar merata hampir di seluruh wilayah Indonesia.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 24 November 2021  |  09:56 WIB
(Ki-Ka) Direktur Operasi dan Pembangunan Mitratel Pratignyo Arif Budiman, Direktur Bisnis Mitratel Noorhayati Candrasuci, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko, Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Mitratel Ian Sigit Kurniawan saat press conference pencatatan saham perdana di Jakarta, Senin (22/11/2021) - Dok. Perusahaan
(Ki-Ka) Direktur Operasi dan Pembangunan Mitratel Pratignyo Arif Budiman, Direktur Bisnis Mitratel Noorhayati Candrasuci, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko, Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Mitratel Ian Sigit Kurniawan saat press conference pencatatan saham perdana di Jakarta, Senin (22/11/2021) - Dok. Perusahaan

Bisnis.com, JAKARTA - Analis menilai PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel masih memiliki potensi pertumbuhan kinerja keuangan yang lebih pesat dalam jangka panjang.

Peluang bertumbuh tersebut didukung oleh posisi Perseroan yang memiliki menara telekomunikasi terbanyak dan tersebar merata hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Analis Samuel Sekuritas Yosua Zisokhi dalam risetnya mengungkapkan, Mitratel memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan perusahaan menara telekomunikasi lainnya di Indonesia. Perseroan tercatat sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar dengan jumlah 28 ribu menara dan tenant sebanyak 42.016 penyewa.

Selain itu, sebagian besar atau mencapai 57 persen menara perseroan tersebar di luar Pulau Jawa dengan tenancy ratio yang masih rendah 1,39 kali.

“Dengan besarnya perkembangan industri telekomunikasi yang didukung masifnya bisnis digital, pertumbuhan penyewaan menara di luar Jawa bakal tinggi ke depannya. Apalagi, adanya keinginan operator untuk memperluas jangkauan,” tulis Yosua dalam risetnya, Rabu (24/11/2021).

Keunggulan perseroan lainnya adalah kondisi keuangan yang sehat dengan debt to equity ratio (DER) 0,9 kali per semester I/2021 dan rasio net debt terhadap EBITDA sebanyak 2,3 kali. Rasio enterprise value (EV) terhadap EBITDA Mitratel juga diperkirakan sebesar 15,8 kali dibandingkan dengan rata-rata EV/EBITDA global sekitar 23 kali tahun ini.

“Kondisi keuangan yang sehat tentu akan mendukung ekspansi perseroan. Langkah ekspansi tentu akan mudah dicapai setelah mendapatkan dukungan dana dari hasil IPO saham dengan target penggunaan sebagian dana untuk akuisisi 6.000 menara baru,” terangnya.

Mitratel juga menawarkan pertumbuhan EBITDA yang pesat tahun 2022, setelah mengakuisisi 4.798 menara milik Grup Telkom.

Sebelumnya, tim riset Verdhana Sekuritas yaitu Nicholas Santoso & Raymond Kosasih juga masih merekomendasikan beli bagi Mitratel. Keduanya menargetkan saham anak BUMN itu mampu tembus level Rp1.200 per saham.

Pasalnya mereka menilai MTEL memiliki prospek pertumbuhan yang cerah karena bisnis menara di Indonesia yang didorong oleh lalu lintas data yang kuat dan implementasi layanan 5G.

“Peluang pertumbuhan menara dan kelangkaan aset menara berkontribusi pada tren naik valuasi menara,” tulis mereka dalam riset.

Mereka mencatat MTEL memiliki 28.030 menara dengan 42.016 penyewa dengan rasio kolokaso 1,50 kali. Selain itu, 57,3 persen menara MTEL berada di luar Jawa dengan peluang pertumbuhan kolokasi yang masih rendah yaitu 1,39 kali dibandingkan dengan 1,64 kali untuk Jawa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mitratel MTEL
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top