Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Diakuisisi SAME grup EMTK, Ini Harapan Emiten RS Kedoya (RSGK)

Kedoya Adyaraya berharap dapat terjadi efisiensi dan sinergi yang lebih baik terkait operasional perseroan dan pengadaan alat dan perlengkapan kesehatan, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan profitabilitas keuangan dalam jangka menengah dan panjang.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 17 November 2021  |  16:33 WIB
RS Omni Pulomas, salah satu rumah sakit yang dikelola oleh PT PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. / omnihospitals
RS Omni Pulomas, salah satu rumah sakit yang dikelola oleh PT PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. / omnihospitals

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten rumah sakit yang baru melantai di bursa, PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK) mengharapkan terjadi efisiensi dengan adanya akuisisi perusahaan oleh PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME).

Manajemen Kedoya Adyaraya mengungkapkan akuisisi perusahaannya oleh emiten berkode SAME dilakukan pada 8 November 2021. Emiten bersandi RSGK ini tidak melihat ada dampak dan pengaruh besar dari akuisisi ini terhadap kinerja keuangannya.

"Perseroan berharap dapat terjadi efisiensi dan sinergi yang lebih baik terkait operasional perseroan dan pengadaan alat dan perlengkapan kesehatan, sehingga dapat meningkatkan kinerja dan profitabilitas keuangan dalam jangka menengah dan panjang," urai manajemen, dikutip Rabu (17/11/2021).

Pasca akuisisi, pemegang saham RSGK diisi oleh 3 dua entitas utama yakni PT Bestama Medikacenter Investama sebesar 13,13 persen setara 122,05 juta lembar saham dan PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. sebesar 63,48 persen setara 590,2 juta lembar saham. Adapun, saham yang dipegang oleh publik sebanyak 217,41 juta lembar setara 23,39 persen.

RSGK juga belum mendapatkan informasi rencana tender offer yang akan dilakukan oleh SAME pasca akuisisi tersebut.

SAME mengakuisisi 45 persen saham RSGK senilai Rp719,56 miliar. Manajemen SAME menyebutkan telah menyelesaikan pembelian atas 418.351.500 (418,35 juta) saham milik PT Medikatama Sejahtera dan PT Bestama Medikacenter Investama, dengan total persentase 45 persen dari seluruh yang yang ditempatkan dan disetor penuh dalam RSGK.

"Harga pembelian Rp1.720 per saham sehingga harga total pembelian saham senilai Rp719,56 miliar," papar manajemen SAME dalam keterbukaan informasi, Rabu (10/11/2021).

Sebelum akuisisi, SAME yang merupakan bagian Grup Emtek, memiliki 171,85 juta saham RSGK atau setara 18,49 persen. Dengan selesainya akuisisi tersebut, SAME telah memiliki 590,2 juta saham yang mewakili 63,48 persen dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh dalam RSGK.

"Manajemen SAME memandang bahwa akuisisi ini dapat membantu mewujudkan tujuan SAME untuk menciptakan suatu perusahaan pelayanan kesehatan yang lebih terintegrasi dan memperluas pangsa pasar SAME, serta menciptakan sinergi yang lebih kuat dan mampu bersaing dengan grup perusahaan rumah sakit lainnya dan mendukung pertumbuhan jangka panjang SAME."

Per Oktober 2021, susunan pemegang saham SAME ialah PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) sebesar 75,14 persen, dan publik 24,86 persen.

Hingga penutupan hari ini, Rabu (17/11/2021) harga saham RSGK stagnan di level 1680. Sejak IPO pada 8 September 2021, harga sahamnya anjlok 21,86 persen atau 470 poin dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp1,56 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sarana meditama metropolitan akuisisi emtek Kedoya Adyaraya
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top