Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Astra Otoparts (AUTO) Siapkan Suku Cadang Kendaraan Listrik Tahun Depan

AUTO juga masuk ke lini bisnis suku cadang di luar otomotif, seperti industri, alat berat, juga kebutuhan alat kesehatan.
Jajaran komisaris AUTO (kiri ke kanan): Agus Tjahajana Wirakusumah selaku Komisaris Independen, Johannes Loman selaku Wakil Presiden Komisaris, Chiew Sin Cheok selaku Komisaris, Gidion Hasan selaku Presiden Komisaris, Gunawan Geniusahardja selaku Komisaris, Bambang Trisulo selaku Komisaris Independen, Sudirman Maman Rusdi selaku Komisaris, dan Bambang Widjanarko E S selaku Komisaris/astraotoparts.com.
Jajaran komisaris AUTO (kiri ke kanan): Agus Tjahajana Wirakusumah selaku Komisaris Independen, Johannes Loman selaku Wakil Presiden Komisaris, Chiew Sin Cheok selaku Komisaris, Gidion Hasan selaku Presiden Komisaris, Gunawan Geniusahardja selaku Komisaris, Bambang Trisulo selaku Komisaris Independen, Sudirman Maman Rusdi selaku Komisaris, dan Bambang Widjanarko E S selaku Komisaris/astraotoparts.com.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) bakal merambah pengembangan manufaktur suku cadang kendaraan listrik mulai tahun depan. Selain itu, perseroan juga bersiap rambah alat kesehatan, industri, dan alat berat.

Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdhani Dzulkarnaen Salim mengungkapkan secara intensif akan melakukan diversifikasi dan inovasi produk pada tahun depan.

"Kami terikat dengan non disclosure agreement dengan partner dan calon partner, jadi tak bisa ekspos detil. Namun, kami di kondisi mempersiapkan proses diversifikasi dan inovasi baik terkait kendaraan elektrifikasi dan segmen baru itu kesehatan," urainya dalam paparan publik, Senin (8/11/2021).

Dia menerangkan hingga saat ini, fokus produksi komponen suku cadangnya untuk mesin ICE (internal combustion engine). Selanjutnya, AUTO juga tengah menyiapkan komponen kendaraan listrik (electric vehicle) saat era baru tersebut datang.

"Ketika era itu datang, bateria EV, jumlah komponen kendaraan jadi jauh lebih sedikit, ada komponen baru lithium baterai, inverter, electro motor, kami tetap berusaha untuk jadi pemasok utama komponen dibutuhkan, dan ketika kesempatan itu datang," terangnya.

Selain itu, perseroan juga masuk ke lini bisnis suku cadang di luar otomotif, seperti industri, alat berat, juga kebutuhan alat kesehatan. Kesempatan ini akan dimanfaatkan lebih jauh mengingat secara kompetensi AUTO memilikinya.

Lebih lanjut, emiten berkode AUTO ini mempersiapkan strategi jangka panjang dengan meningkatkan penetrasinya di pasar bisnis perdagangan suku cadang dengan mengembangkan situs penjualan suku cadang astraotoshop.com, jaringan shop and drive, shop and bike, hingga Astra Otoservice.

Menurutnya, perdagangan umum lebih tahan banting dibandingkan dengan bisnis penjualan manufaktur ke Original Equipment Manufacturer (OEM). Mengingat, saat pandemi sejumlah pabrikan sempat tutup sehingga lini bisnis ini sempat turun.

Saat ini, jumlah kendaraan roda dua di masyarakat sudah lebih dari 70 juta unit dan roda empat lebih dari 11 juta unit. Pasar ini dianggap cukup besar.

Selain itu, AUTO juga tetap menargetkan menjadi produsen suku cadang penyuplai utama bagi OEM baik di dalam negeri maupun internasional. AUTO sudah mengekspor suku cadangnya ke 40 negara dengan wilayah penjualan terbesar di Asia dan Timur Tengah.

Perseroan juga meningkatkan operational excellence sehingga dapat membentuk biaya produksi yang paling rendah dibandingkan dengan pesaingnya. Langkah ini dilakukan dengan pengembangan bisnis berdasarkan produknya, sehingga AUTO melayani pembuatan suku cadang dari mulai desain hingga bentuk akhir yang dapat dijual ke pasar.

Mengutip laporan keuangan per 30 September 2021 yang tidak diaudit, AUTO mencetak pendapatan bersih sebesar Rp11,04 triliun naik 27,92 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8,63 triliun.

Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan juga turut meningkat menjadi Rp9,65 triliun dari Rp7,61 triliun. Adapun, beban penjualan meningkat menjadi Rp589,46 miliar dari Rp512,31 miliar, sementara beban umum dan administrasi juga meningkat menjadi Rp621,24 miliar dari Rp540,26 miliar.

Kendati terjadi kenaikan beban, perseroan berhasil mendapatkan bagian atas laba bersih entitas asosiasi dan ventura bersama setelah pajak sebesar Rp358,77 miliar. Pos tersebut pada 9 bulan tahun lalu mencatatkan rugi sebesar Rp225,4 miliar.

Dengan begitu, per 30 September 2021, perseroan mencatatkan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp580,44 miliar berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun lalu yang mencatatkan rugi sebelum pajak sebesar Rp205,12 miliar.

Perseroan pun berhasil mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp456,87 miliar dibandingkan dengan rugi periode berjalan pada 9 bulan tahun lalu sebesar Rp287,77 miliar.

Walhasil, AUTO berhasil mencetak laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp446,44 miliar pada 9 bulan tahun ini, sedangkan pada 9 bulan tahun lalu AUTO mencetak rugi sebesar Rp242,92 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper