Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Chandra Asri (TPIA) Cetak Laba Bersih US$166 Juta per Kuartal III/2021

Emiten big caps Chandra Asri milik taipan Prajogo Pangestu membukukan pendapatan bersih sebesar US$1,88 miliar atau setara Rp26,6 triliun.
Annisa Saumi
Annisa Saumi - Bisnis.com 29 Oktober 2021  |  18:46 WIB
Panel surya pertama Chandra Asri yang dibangun pada 2019 telah mampu menghasilkan energi 935 megawatt-jam untuk melistriki gedung perkantoran Chandra Asri di Cilegon.  - Chandra Asri
Panel surya pertama Chandra Asri yang dibangun pada 2019 telah mampu menghasilkan energi 935 megawatt-jam untuk melistriki gedung perkantoran Chandra Asri di Cilegon. - Chandra Asri

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) mengumumkan pertumbuhan kinerja pendapatan dan laba pada sembilan bulan pertama 2021.

Selama sembilan bulan pertama, emiten milik taipan Prajogo Pangestu ini membukukan pendapatan bersih sebesar US$1,88 miliar atau setara Rp26,6 triliun (kurs Jisdor 29 Oktober 2021 Rp14.171 per dolar AS), tumbuh 48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$1,26 miliar.

Direktur SDM dan Urusan Korporat Chandra Asri Petrochemical Suryandi mengatakan pertumbuhan pendapatan bersih ini didorong oleh harga penjualan rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selama sembilan bulan 2021, Suryandi menyebut harga polyethylene dan polypropylene naik menjadi US$1.229 per ton (T) dan US$1.447/T, masing-masing dari US$860/T dan US$969/ton di sembilan bulan 2020. Volume penjualan tetap stabil di level 1.643KT mencerminkan permintaan yang sehat.

EBITDA perseroan year to date (YTD) September 2021 juga meningkat menjadi US$314 juta, naik 379% dari US$66 juta selama periode yang sama 2020.

"Kami dengan bangga mengumumkan kinerja bisnis yang tangguh untuk sembilan bulan pertama 2021, meski dengan situasi menantang di kuartal III/2021 yang timbul dari varian Delta Covid-19 yang merajalela, yang menyebabkan perlambatan permintaan di China dan karantina kewilayahan (lockdown) di Indonesia," kata Suryandi dalam keterangan resminya, Jumat (29/10/2021).

Kinerja pendapatan yang apik tersebut membuat perseroan mampu membukukan laba bersih setelah pajak sebesar US$166 juta, dari rugi bersih US$19 juta di periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, total aset emiten berkode saham TPIA ini juga meningkat 27,8 persen menjadi US$4.591 miliar per 30 September 2021, dari US$3,593 miliar pada 31 Desember 2020. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh keberhasilan proses rights issue yang menghasilkan kas dan setara kas yang lebih tinggi.

Total Liabilitas turun 7,1 persen year-on-year menjadi US$1,656 miliar, dari US$1,78 miliar pada 31 Desember 2020, terutama karena utang usaha yang lebih rendah. Sementara, utang berbunga lebih tinggi karena fasilitas baru dari bank sebagai bagian dari strategi perseroan dalam ketahanan keuangan.

Per 30 September 2021, perseroan memiliki total posisi utang sebesar US$920,6 juta, terhadap saldo kas dan setara kas sebesar US$1,68 miliar, sehingga posisi kas bersih secara keseluruhan sebesar US$766,5 juta. Rasio utang bersih Chandra Asri terhadap EBITDA (LTM) mencapai -1,7 kali.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten chandra asri barito pacific chandra asri petrochemical prajogo pangestu
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top