Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Analis Proyeksikan Laba TLKM dan TPIA Tumbuh Dobel Digit

Laba Telkom dan Chandra Asri diprediksi bertumbuh per September 2021, kendati keduanya belum merilis laporan keuangan.
Annisa Saumi
Annisa Saumi - Bisnis.com 29 Oktober 2021  |  17:05 WIB
Telkomsel dan PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel melakukan penambahan pengalihan kepemilikan 4.000 unit menara telekomunikasi milik Telkomsel kepada Mitratel. Kesepakatan yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli (Sale and Purchase Agreement - SPA) antara kedua perusahaan pada 31 Agustus 2021.
Telkomsel dan PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel melakukan penambahan pengalihan kepemilikan 4.000 unit menara telekomunikasi milik Telkomsel kepada Mitratel. Kesepakatan yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Jual Beli (Sale and Purchase Agreement - SPA) antara kedua perusahaan pada 31 Agustus 2021.

Bisnis.com, JAKARTA - Musim laporan keuangan kuartal III/2021 mulai berjalan. Dari jajaran 10 emiten berkapitalisasi pasar terbesar atau big caps, dua emiten tercatat belum mengeluarkan laporan keuangannya hingga saat ini, yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA).

Analis BCA Sekuritas Achmad Yaki Yamani mengatakan, dua emiten big caps tersebut memiliki potensi kinerja yang baik di kuartal III/2021.

"Potensinya bagus untuk TLKM dan TPIA jika berkaca dengan hasil semester I/2021, terutama TPIA," kata Yaki kepada Bisnis, Jumat (29/10/2021).

Sebagai informasi, pendapatan TPIA Sebagai informasi, hingga semester I/2021, meningkat 50,4 persen menjadi US$1,26 miliar dari US$839,3 juta pada periode yang sama tahun lalu. TPIA juga mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar US$164,6 juta dibandingkan dengan rugi bersih setelah pajak US$39,9 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara TLKM membukukan pendapatan senilai Rp69,48 triliun hingga semester I lalu, naik 3,93 persen dibandingkan tahun lalu Rp66,85 triliun. Laba bersih perseroan pun terbang 13,38 persen ke Rp12,45 triliun, dari Rp10,98 triliun yoy.

Dia melanjutkan, kedua emiten ini berpotensi menghasilkan pertumbuhan kinerja digit ganda (double digit), meskipun berada di lower double digit.

Lebih lanjut, Yaki menuturkan saham emiten-emiten big caps masih memiliki potensi mendorong IHSG menjelang window dressing. Menurutnya, saham emiten big caps yang menarik saat ini adalah saham milik PT Bank Jago Tbk. (ARTO).

"Yang mungkin menarik ARTO, karena bobot ke IHSG-nya saat ini cukup berpengaruh. Contohnya hari ini," ucap dia.

Sementara Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani menuturkan, hasil laporan keuangan emiten-emiten big caps di kuartal III/2021 masih sejalan dengan proyeksi Sucor Sekuritas sebelumnya.

"Prospeknya hingga akhir tahun masih bagus dan bisa menjadi pendorong buat IHSG hingga akhir tahun," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG telkom Kinerja Emiten chandra asri big caps
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top