Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ini Jurus Saraswanti Anugerah (SAMF) Kejar Target Penjualan Rp1,8 Triliun

Kenaikan tren permintaan pupuk dari awal tahun hingga saat ini akan menopang target SAMF.
Lokasi pabrik PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk./Istimewa
Lokasi pabrik PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk. (SAMF) yakin dapat mencapai target penjualan tahun 2021 sebesar Rp1,8 triliun.

Adapun hasil penjualan pada kuartal III/2021 sebesar Rp1,25 triliun atau naik sebesar 25,50 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp994,89 miliar.

Direktur Utama Saraswanti Anugerah Makmur Yahya Taufik menyatakan bahwa perseroan yakin target penjualan yang telah dicanangkan pada tahun ini sebesar Rp1,8 triliun akan dapat tercapai.

Menurutnya kenaikan tren permintaan pupuk dari awal tahun hingga saat ini akan menopang target perseroan. Di sisi lain kenaikan harga sawit akhir-akhir ini, dan membaiknya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang diikuti dengan pelonggaran PPKM akan ikut mendorong kinerja.

Pada kuartal III/2021, laba tahun berjalan SAMF meningkat menjadi Rp97,73 miliar atau naik 29,70 persen dibandingkan dengan periode tahun lalusebesar Rp75,35 miliar.

Di sisi lain, sebagai upaya untuk meningkatkan kepuasan konsumen, SAMF terus memperkuat divisi R&D, sehingga produk yang dipasok ke para konsumen terjamin kualitasnya. Secara intensif, perseroan melakukan proses sosialisasi dan kawalan teknis aplikasi pupuk sehingga para konsumen dapat memperoleh hasil yg maksimal.

"Produk-produk pupuk NPK yang diproduksi oleh SAMF telah melalui serangkaian riset serta dikembangkan pada laboratorium yang terakreditasi dan memiliki peralatan yang canggih," katanya dalam keterangan resmi Kamis (28/10/2021).

Dia berharap dengan tim riset dan pengembangan yang dimiliki saat ini, diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi produk Perseroan dan dapat diterima dengan baik oleh konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper