Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos Ciputra: Rumah Tapak Rp500 Juta-Rp1 Miliar Topang Prapenjualan

Penjualan rumah tapak Ciputra terus meningkat terutama dari segmen kisaran harga Rp500 juta - Rp1 miliar yang memanfaatkan KPR.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 Oktober 2021  |  14:47 WIB
Direktur Utama PT Ciputra Development Tbk Candra Ciputra (dari kiri), didampingi Direktur Budiarsa Sastrawinata, dan Direktur M. I. Meiko Handoyo memberikan keterangan pers, usai RUPS, di Jakarta, Rabu (26/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Direktur Utama PT Ciputra Development Tbk Candra Ciputra (dari kiri), didampingi Direktur Budiarsa Sastrawinata, dan Direktur M. I. Meiko Handoyo memberikan keterangan pers, usai RUPS, di Jakarta, Rabu (26/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti PT Ciputra Development Tbk. mengungkapkan produk rumah tapak dengan kisaran harga Rp500 juta - Rp1 miliar menjadi yang paling banyak dibeli masyarakat tahun ini.

Candra Ciputra, Direktur Utama Ciputra Development, mengatakan penjualan rumah tapak perseroan terus meningkat terutama dari segmen kisaran harga Rp500 juta - Rp1 miliar.

“Tipe dan rumah seperti apa dilihat masyarakat dari segi harga karena banyak pembeli yang menggunakan KPR. KPR tidak pernah semurah sekarang,” kata Candra, Jumat (22/10/2021).

Candra mengungkapkan bahwa kinerja prapenjualan perseroan sempat tertekan pada awal pandemi merebak pada akhir kuartal I/2020. Kala itu, terjadi perubahan prioritas masyarakat yang menunda pembelian properti sebagai respons terhadap perlambatan ekonomi.

Namun demikian, pembelian rumah tapak berangsur pulih terutama setelah pemerintah mengenalkan insentif PPN nol persen saat suku bunga berada di level terendah.

Hal itu pun menjadi angin segar bagi penjualan properti di Indonesia dan berdampak positif pula terhadap marketing sales emiten dengan kode saham CTRA tersebut. Di sisi lain, Candra menyebut pembelian properti untuk investasi saat ini masih belum seramai pembelian rumah perdana.

“Untuk investasi memang belum terlalu, untuk pembayaran menggunakan KPR yang paling diminati konsumen,” ujar Candra.

Adapun, CTRA membukukan pendapatan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp5 triliun pada periode sembilan bulan pertama tahun ini. Realisasi tersebut mencapai 84,74 persen dari target marketing sales yang ditetapkan tahun ini senilai Rp5,9 triliun.

Dilihat dari letak geografis, penjualan dari area DKI Jakarta berkontribusi sebesar 27 persen, Surabaya 12 persen, Sumatera 31 persen, Sulawesi 6 persen, dan sisanya dari lain-lain. Dilihat dari tipe produk, penjualan rumah tapak dan tanah masih mendominasi sebesar 88 persen, ruko 8 persen, dan apartemen 5 persen.

Selanjutnya, metode pembayaran pelanggan CTRA menggunakan tunai tercatat sebesar 23 persen, cicilan 16 persen, dan KPR paling besar 63 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ciputra kpr Kinerja Emiten ciputra group
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top