Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

7 Tahun Pemerintahan Jokowi, Jumlah Investor Tumbuh Signifikan

Pertumbuhan investor yang signifikan ini tergolong bagus untuk industri pasar modal.
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah investor di pasar modal tumbuh secara signifikan selama tujuh tahun masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Guru Besar Keuangan dan Pasar Modal Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan hal yang perlu dilihat selama masa kepemimpinan Jokowi adalah pertumbuhan jumlah investor. Menurutnya hal tersebut tergolong bagus untuk industri pasar modal.

“Hal yang perlu diapresiasi adalah jumlah emiten yang terus naik dan jumlah investor ritel,” katanya kepada Bisnis Selasa (19/10/2021).

Selain itu, Budi menggarisbawahi agar regulator bisa meningkatkan perlindungan terhadap investor. Dia juga berharap edukasi kepada investor muda dan milenial yang belum berpengalaman makin ditegakkan.

“[Meningkatkan] pengawasan terhadap para pom-pom dan influencer yang memprovokasi para investor pemula,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mengatakan pasar modal Indonesia berhasil mencatatkan RNTH tertinggi dalam lima tahun terakhir. Menurutnya memasuki 2021, transaksi harian para investor tembus Rp13 triliun.

“Tingginya aktvitas transaksi mencapai rekor baru, RNTH tembus Rp13 triliun per hari atau naik dua kali dalam lima tahun terakhir. Frekuensi transaksi tecatat 1,2 juta per hari, tertinggi di Asean dalam tiga tahun terakhir,” katanya Kamis (14/10/2021).

Inarno menambahkan meskipun berada di tengah pandemic, lonjakan volume perdagangan terbukti mampu mencapai 19 miliar saham per hari. Dia berharap pasar modal dapat terus tumbuh dan membantu pemulihan ekonomi negara.

Dia menambahkan penguatan indicator-indikator pasar modal itu ditopang oleh pertumbuhan jumlah investor. BEI mencatat sampai dengan Agustus 2021 jumlah investor saham baru telah tumbuh sebanyak 1 juta.

“Single Investor Identification (SID) pasar modal lebih dari 6,4 juta dan 2,9 juta diantaranya adalah SID saham,” imbuhnya. Inarno optimistis antusias masyarakat untuk berinvestasi dan menjadi bagian pasar modal masih sangat tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper