Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Aksi Ganti Kepemilikan Emiten Marak, Bagaimana Pengaruh ke Saham?

Pengaruh pergantian pengendali pada saham kembali tergantung kepada kinerja perusahaan masing-masing.
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA – Setidaknya ada delapan emiten melakukan aksi pindah kepemilikan tengah ramai dilakukan sejumlah emiten dari berbagai sektor. Beberapa di antaranya membuat harga sahamnya hijau.

Analis Samuel Sekuritas Christine Natasya menilai pengaruh pergantian pengendali pada saham kembali tergantung kepada kinerja perusahaan masing-masing.

"Masing-masing emitennya beda kan ya. Misalnya RANC diakuisisi Blibli, ini bagus karena bisa mendapat suntikan dana untuk memperbesar usaha," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (11/10/2021).  

Adapun dengan rencana bisnis baru setelah menyuntikan dana seperti berubah menjadi omnichannel, bisa mendorong perusahaan bisa lebih cepat bertumbuh.

Perseroan masih melihat potensi yang cukup besar di wilayah Jabodetabek. Di sisi lain, perseroan masih memiliki potensi yang besar pada segmen penjualan online.

Berdasarkan catatan Bisnis, PT Supra Boga Lestari Tbk. (RANC) masih optimistis pada kinerja tahun ini setelah berkolaborasi dengan aplikasi digital seperti HappyFresh, Tokopedia, dan GrabMart.

Kendati dinilai positif, saham RANC hari ini bergerak di zona merah turun 10 poin atau 0,42 persen ke 2.390 setelah sempat naik ke 2.410. Meski merah, saham RANC mencatat pembelian bersih oleh asing senilai Rp41,48 juta.

Senada, pemindahan kepemilikan PT Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk (DGIK) juga berdampak positif karena dapat membantu meningkatkan ukuran serta nilai usaha DGIK.

Seperti disampaikan Investor Relation DGIK Alamanda Pohan bahwa ke depan tentu akan dilakukan sinergi dimana PT Global Dinamika Kencana (GDK) selaku pemilik baru akan mengkonsolidasikan bisnis jasa konstruksinya. Akuisisi ini secara tidak langsung akan menjadi jalan masuknya secara penuh bisnis konstruksi GDK ke pasar modal.  

“Akuisisi atau pembelian ini bisa dikategorikan bagian dari ekspansi bisnis GDK group untuk meningkatkan ukuran di sektor konstruksi, DGIK akan semakin besar lagi dan kuat dengan masuknya GDK sebagai pemegang saham pengendali,” ungkapnya.

Saham DGIK setelah berpindah tangan tercatat naik pada hari ini sebanyak 12 poin atau 12 persen ke 112. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper