Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waskita (WSKT) Tawarkan 3 Ruas Tol Trans Jawa ke SWF Indonesia, Ini Targetnya!

Pelepasan aset jalan tol milik Waskita Karya ke INA ditargetkan secepatnya akan rampung pada tahun depan.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 30 September 2021  |  18:50 WIB
Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono bersama Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Y. Benyamin saat kunjungan manajemen WSKT ke harian Bisnis Indonesia, Kamis (30/9/2021) - Himawan L. Nugraha/BISNIS
Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono bersama Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Maria Y. Benyamin saat kunjungan manajemen WSKT ke harian Bisnis Indonesia, Kamis (30/9/2021) - Himawan L. Nugraha/BISNIS

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk. mengungkapkan tengah dalam pembicaraan dengan Indonesia Investment Authority (INA) sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) untuk mendivestasikan tiga ruas jalan tol Trans Jawa.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan tiga ruas jalan tol yang sedang ditawarkan ke INA berasal dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang sama yaitu PT Waskita Transjawa Toll Road (WTTR).

“Ada tiga ruas ini sekarang masih dalam proses bersama INA. Tapi karena ada beberapa hal, seperti ada RDPT [Reksa Dana Penyertaan Terbatas], jadi kami masih menyelesaikan proses itu baru setelahnya diproses dengan INA,” kata Destiawan dalam kunjungan ke harian Bisnis Indonesia, Kamis (30/9/2021).

Adapun ketiga ruas tersebut adalah ruas tol Pasuruan - Probolinggo, tol Kanci - Pejagan, dan tol Pejagan - Pemalang yang merupakan bagian dari jalan tol Trans Jawa.

Destiawan menyebut proses pelepasan aset jalan tol milik perseroan ke INA itu secepatnya akan rampung pada tahun depan. Hingga akhir tahun, emiten dengan kode WSKT ini akan mengebut divestasi aset jalan tol Cibitung-Tanjung Priok kepada PT Pelindo II (Persero) dan ruas tol Cimanggis - Cibitung ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Destiawan menunjukkan divestasi tol Cibitung - Tanjung Priok ditargetkan rampung pada pertengahan bulan depan. Perkembangan terbaru perseroan telah menandatangani CSPA (Conditional Sales Purchase Agreement) dalam proses recycling asset tersebut.

Sedangkan untuk ruas tol Cimanggis - Cibitung saat ini tengah dilakukan proses due diligence.

“Kami berharap karena SMI juga mengejar [tol Cimanggis - Cibitung], kami merasa ini bisa selesai tahun ini,” imbuh Destiawan.

Apabila terealisasi dua divestasi tersebut pada tahun ini, WSKT masih memiliki sisa 8 ruas tol yang akan ditawarkan kepada investor potensial. Di dalamnya terdapat dua ruas tol yang memiliki RDPT, salah satunya ruas tol Bekasi - Cawang - Kampung Melayu.

Destiawan mengatakan untuk ruas jalan tol yang memiliki RDPT kemungkinan proses divestasinya akan lebih panjang hingga melewati 2022. Selain itu, ruas tol yang saat ini masih dalam proses konstruksi juga disebutnya akan lebih lama untuk dilakukan divestasi karena investor cenderung menyukai aset jalan tol yang sudah beroperasi.

Secara umum, penurunan tingkat utang WSKT apabila 13 ruas jalan tol itu bisa didivestasi diperkirakan mencapai Rp41 triliun.

“Sebetulnya investor ini sudah banyak. Belum diproses karena sebagian masih belum selesai. Harapan kami target 2023 semua selesai dan investor bisa ambil mulai 2022,” ujar Destiawan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN waskita karya divestasi SWF Indonesia
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top