Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WIKA Optimistis Target Kontrak Baru Rp35 Triliun Tercapai Tahun Ini

WIKA saat ini mengejar kontrak bari Rp20 triliun, yang diperkirakan dapat diperoleh pada Oktober 2021.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 22 September 2021  |  14:28 WIB
WIKA Optimistis Target Kontrak Baru Rp35 Triliun Tercapai Tahun Ini
Panel modular siap dikirim menggunakan kapal laut untuk kebutuhan renovasi kamps eks pengungsi Vietnam di Pulau Galang, Kepulauan Riau. - WIKA Gedung
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. optimistis target nilai kontrak baru setelah direvisi senilai Rp35 triliun bakal tercapai jelang akhir tahun.

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Mahendra Vijaya menjelaskan saat ini perseroan masih mengikuti beberapa tender yang nilainya mencapai Rp25 triliun. Hingga semester I/2021, emiten dengan kode saham WIKA ini telah mengamankan kontrak baru senilai Rp10,5 triliun.

“Perseroan masih mengikuti beberapa tender dengan target perolehan Rp25 triliun yang artinya 2 kali-2,5 kali lebih besar dibandingkan periode sebelumnya,” kata Mahendra kepada Bisnis, Rabu (22/9/2021).

Mahendra melanjutkan, apabila kondisi makin kondusif ke depannya dari sisi penanganan pandemi, tender-tender tersebut dapat segera dirilis dan dapat diperoleh perseroan maksimal pada Oktober 2021.

Dengan demikian, WIKA optimistis target kontrak baru setelah ditinjau ulang pada kisaran Rp35 triliun tahun ini dapat dicapai. Namun, apabila penerimaan tender tidak sesuai rencana atau molor dari bulan depan, perseroan tetap menyambut baik karena kontrak tersebut akan menjadi modal order book yang diproduksi pada 2022.

Adapun, optimisme WIKA muncul seiring dengan melandainya kasus Covid-19 yang sempat melonjak lagi pada Juli-Agustus 2021. Dengan adanya program vaksinasi yang masif dan meluas, Mahendra mengatakan pasar konstruksi dalam negeri juga berangsur akan pulih.

“Dengan catatan, semua pihak, Pemerintah maupun masyarakat dapat disiplin, konsisten dan kontinu menjalankan protokol kesehatan serta membagun ketahanan kesehatan komunal (herd immunity),” kata Mahendra.

Sementara untuk pasar konstruksi internasional, saat ini WIKA masih memasang kuda-kuda yang lebih hati-hati. Mahendra menyebut perkembangan pandemi di negara lain menjadi parameter tingkat kondusivitas suatu negara yang termasuk aktivitas perekonomian dan pasar konstruksinya.

Sebelumnya, Fitch Ratings menjelaskan hampir seluruh perusahaan kontraktor pelat merah di Indonesia berada di posisi yang menguntungkan dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi.

“Fitch memperkirakan laba kontraktor dan perolehan kontrak baru akan terjadi pada semester II/2021 karena biasanya pemerintah mempercepat tender proyek yang terkait dengan infrastruktur pada kuartal IV/2021,” tulis Fitch dalam laporan terbaru.

Fithc melanjutkan, kenaikan kontrak baru yang didapat BUMN kontraktor pada semester I/2021 dan pelonggaran pembatasan sosial menjadi kesempatan perusahaan untuk meningkatkan aliran kas.

Adapun, Wijaya Karya merupakan kontraktor pelat merah yang paling banyak meningkatkan perolehan kontrak baru pada paruh pertama tahun ini atau hampir tiga kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Untuk WIKA, kontraktor BUMN dengan order book terbesar rasio order book terhadap pendapatan pada 12 bulan terakhir meningkat menjadi 5,07 kali pada akhir semester I/2021 dari sebelumnya 3,46 kali pada tahun lalu,” tulis Fitch.

Selain itu, utang jatuh tempo WIKA yang masih terjaga serta akses pendanaan yang solid diperkirakan menjadi daya perseroan untuk memitigasi risiko apabila pandemi berkepanjangan. Adapun, WIKA terpantau tidak memiliki utang jatuh jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan.

Akses pendanaan WIKA ke bank dan pasar surat utang juga terpantau solid setelah perseroan menerbitkan obligasi dan sukuk senilai total Rp5 triliun pada 2020 dan Maret 2021.

Sebagian besar dana yang diperoleh dari penerbitan surat utang itu telah digunakan WIKA untuk membayar utang obligasi global Komodo Bond yang jatuh tempo pada kuaratl I/2021.

WIKA juga mampu melakukan roll over pinjaman bank jangka pendeknya,” tulis Fitch.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN wijaya karya kontrak Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top