Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Logam Industri Menguat Sepanjang 2021, Ini Rekomendasi Sahamnya

Analis mengatakan kenaikan harga komoditas tidak akan berpengaruh langsung pada kinerja emiten terkait, namun akan membawa sentimen positif yang bisa membawa kenaikan pada harga saham.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 15 September 2021  |  18:49 WIB
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel.  - JIBI/Nurul Hidayat
Pekerja melakukan proses pemurnian dari nikel menjadi feronikel. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Harga logam industri tengah mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Hal ini cukup membuat para emiten logam industri meraup untung dan lebih optimistis pada kinerjanya semester II/2021.

Mengutip data Bloomberg pada perdagangan Rabu (15/9/2021) pukul 17.00 WIB, harga sejumlah logam industri tengah memerah. Namun, secara tahun berjalan harganya bergerak naik.

Harga timah LME misalnya, hari ini bergerak turun 90 poin atau 0,27 persen menjadi US$33.408 per ton. Harganya sudah cukup tinggi dibandingkan pada awal tahun hanya US$20.700 per ton.

Kemudian, harga nikel LME saat ini parkir di US$19.807 per ton, naik 210 poin atau 1,06 persen dibandingkan dengan hari sebelumnya dan melonjak cukup banyak dari harga US$17.000-an per ton pada awal tahun.

Senada, harga aluminium juga mengalami kenaikan sampai 40 persen sampai semester I/2021 dan sempat menembus US$3.000 per ton. Hari ini harganya turun 65,5 poin atau 2,26 persen ke US$2.831 per ton. Padahal, di awal tahun harganya hanya US$1.900-an per ton.

Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada mengatakan, kenaikan harga komoditas tidak akan berpengaruh langsung pada kinerja emiten terkait, namun akan membawa sentimen positif yang bisa membawa kenaikan pada harga saham.

“Karena kan harga komoditas fluktuatif, ada nilai kontrak yang dipercayakan di bursa komoditas, jadi biasanya emiten komoditas baik itu logam, nggak selalu ada kenaikan harga, emiten bisa langsung menaikan harga jual kontraknya komoditasnya,” jelas Reza kepada Bisnis, Rabu (15/9/2021).

Namun, di pasar saham akan sangat berpengaruh, terkait dengan sentimen pasar karena biasanya yang bisa dipantau pelaku pasar adalah harga komoditas yang dijual perusahaan dan nilai sahamnya.

Reza memproyeksikan target harga saham emiten PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) di 2.850, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) di 5.700, saham PT Timah Tbk. (TINS) 1.650, dan saham PT Kapuas Prima Coal (ZINC ) di level 155.

Sementara itu, Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu mengatakan bahwa  tren kenaikan harga komoditas akan mempengaruhi topline.

“Kita sudah melihat bagaimana revenue emiten pada semester I/2021 cukup terdampak positif atas kenaikan harga komoditas, dan kami perkirakan masih akan terpengaruh positif hingga akhir tahun ini,” katanya.

Adapun, saham emiten logam industri pilihan Samuel Sekuritas antara lain ANTM dengan target harga 3.230 dan INCO dengan target harga 6.700 didasarkan pada target harga nikel sepanjang 2021 bisa mencapai US$18.200-US$18.800 per ton. 

Adapun, pada perdagangan hari ini, saham ANTM dan TINS berada di zona hijau dengan ANTM naik 20 poin atau 0,81 persen ke 2.490, dan saham TINS naik 5 poin atau 0,33 persen ke 1.505. Sementara, saham INCO melemah 65 poin atau sampai 1,29 persen ke 4.960.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham emiten logam Harga Logam
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top