Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Baja Dalam Negeri Tertinggal, BOLT Impor 100 Persen Bahan Baku

Garuda Metalindo (BOLT) masih mengimpor 100 persen bahan baku untuk membuat baut berkualitas tinggi.
Annisa Saumi
Annisa Saumi - Bisnis.com 13 September 2021  |  23:29 WIB
Direktur Utama PT Garuda Metalindo Ervin Wijaya (tengah) berbincang dengan Direktur Lenny Wijaya (dari kiri), Komisaris Utama Herman Wijaya, Direktur Keuangan Anthony Wijaya, dan Komisaris Andree Wijaya, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan perseroan,  di Jakarta, Kamis (12/4/2018). - JIBI/Endang Muchtar
Direktur Utama PT Garuda Metalindo Ervin Wijaya (tengah) berbincang dengan Direktur Lenny Wijaya (dari kiri), Komisaris Utama Herman Wijaya, Direktur Keuangan Anthony Wijaya, dan Komisaris Andree Wijaya, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan perseroan, di Jakarta, Kamis (12/4/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen komponen industri otomotif PT Garuda Metalindo Tbk. (BOLT) berpendapat industri baja di Indonesia masih tertinggal. Pasalnya, produk baja lokal belum bisa digunakan untuk memproduksi baut berkualitas tinggi.

Direktur Utama Garuda Metalindo Erwin Wijaya menyampaikan, saat ini perseroan masih mengimpor 100 persen bahan baku untuk membuat baut berkualitas tinggi.

"Bahan baku yang kami pakai untuk membuat baut berkualitas tinggi masih kami impor 100 persen, karena produk lokal masih belum bisa memenuhi syarat untuk dipakai memproduksi baut berkualitas tinggi," kata Erwin dalam paparan publik pekan lalu.

Meski demikian, Erwin melihat industri baja Indonesia akan berkembang dan memiliki potensi. Hal ini ditandai dengan banyaknya investor yang mulai masuk ke Indonesia, seperti investor yang berasal dari China.

Menurutnya, investor tersebut sudah mulai berproduksi, tetapi, bahan yang diproduksi masih untuk keperluan umum, bukan untuk industri kendaraan bermotor.

"Memang prospeknya di masa depan tentu masih besar, karena Indonesia negara yang cukup besar dan produksi otomotifnya masih kecil," ujar dia.

Erwin membandingkan, produksi otomotif Indonesia baru mencapai 1 juta unit per tahun, dibandingkan dengan dunia yang mendekati 100 juta unit per tahun. Angka ini hanya 1 persen dari total produksi dunia.

"Saya percaya Indonesia punya luasan cakupan yang besar, kebutuhan transportasi akan besar, saya percaya industri besi baja di Indonesia akan terus berkembang mengimbangi industri otomotif lainnya," ucap Bos BOLT.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif baja Kinerja Emiten PT Garuda Metalindo Tbk.
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top