Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laris Manis! Penjualan SR015 Berpotensi Tembus Rp25 Triliun, Ini Pemicunya

Salah satu faktor yang memicu tingginya minat investor ritel terhadap SR015 adalah tingkat risiko yang terbilang rendah. Sentimen ini juga didukung dengan kemunculan insentif Pajak Penghasilan (PPh) bunga obligasi yang diturunkan menjadi 10 persen.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 09 September 2021  |  17:22 WIB
Laris Manis! Penjualan SR015 Berpotensi Tembus Rp25 Triliun, Ini Pemicunya
Ilustrasi Sukuk Ritel - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Risiko rendah dan return yang tinggi dibandingkan deposito membuat sukuk ritel (SR) seri SR015 diburu oleh para investor ritel. Penjualan seri ini juga berpotensi menembus rekor 2021 yang dicatatkan ORI019 pada awal tahun ini.

Berdasarkan data yang dilansir dari salah satu mitra distribusi daring Kamis (9/9/2021) sekitar pukul 17.00 WIB, total penjualan SR015 telah menyentuh Rp23,925 triliun. Adapun, kuota pemesanan tersisa Rp19 juta dari target sekitar Rp23,926 triliun.

Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto menjelaskan, salah satu faktor yang memicu tingginya minat investor ritel terhadap SR015 adalah tingkat risiko yang terbilang rendah. Sentimen ini juga didukung dengan kemunculan insentif Pajak Penghasilan (PPh) bunga obligasi yang diturunkan menjadi 10 persen.

Menurutnya, dengan ketidakpastian yang masih tinggi dari penyebaran virus Corona, sukuk berdurasi pendek merupakan piilihan investasi yang tepat bagi pada investor ritel.

“Dengan bunga yang sudah rendah saat ini, credit risk-nya bisa dibilang 0 persen,” katanya saat dihubungi pada Kamis (9/9/2021).

Selain itu, Handy mengatakan meski kupon SR015 tidak setinggi seri pendahulunya, tingkat kupon tersebut relatif masih menarik. Pasalnya, tingkat suku bunga yang berlaku pada masa penawaran SR015 dengan seri terdahulunya berbeda.

Dengan masa penawaran yang masih berlangsung hingga 15 September mendatang, Handy mengatakan jumlah penjualan SR015 dapat mendekati angka penjualan obligasi ritel (ORI) seri ORI019 yang ditawarkan pada awal tahun ini, yakni di kisaran Rp26 triliun.

“Mungkin bisa melebihi target itu, kecuali penjualannya ditutup lebih cepat oleh pemerintah,” katanya.

Senada, Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana memaparkan jumlah penjualan SR015 berpotensi melebihi seri ORI019. Hal ini seiring dengan minat investor terhadap instrumen yang aman, return yang pasti, serta risiko yang rendah.

Selain itu, return dari SR015 terbilang masih lebih tinggi bila dibandingkan dengan deposito.

Dia menjelaskan, apabila investor berinvestasi di deposito, mereka akan mendapatkan bunga kotor sesuai dengan suku bunga acuan Bank Indonesia, yakni 3,5 persen. Wawan mengatakan, investor akan mendapatkan return bersih sekitar 2,7 persen dari deposito.

“Sementara, dengan aturan pajak obligasi yang diturunkan menjadi 10 persen, investor akan mendapat net return sebesar 4,59 persen per tahunnya,” jelas Wawan.

Wawan mengatakan investor kemungkinan masih akan terus mencari SR015 hingga masa penawarannya ditutup. Dia memprediksi jumlah penjualan SR015 akan berada di kisaran Rp24 triliun – Rp25 triliun hingga masa penawaran berakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sukuk ritel djppr
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top