Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Anak BUMN Wika Beton (WTON) Incar Proyek di Luar Negeri

Salah satu proyek yang tengah diincar WTON adalah pembangunan kereta api layang di Filipina.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 09 September 2021  |  16:09 WIB
Direksi dan Komisaris PT Wijaya Karya Beton Tbk. berfoto usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Jakarta, Rabu (27/3/2019). - Bisnis/M. Nurhadi Pratomo
Direksi dan Komisaris PT Wijaya Karya Beton Tbk. berfoto usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Jakarta, Rabu (27/3/2019). - Bisnis/M. Nurhadi Pratomo

Bisnis.com, JAKARTA - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau Wika Beton terus berupaya meningkatkan nilai kontrak baru hingga akhir 2021. Penetrasi ke pasar luar negeri juga dilakukan dengan mengikuti sejumlah tender kontrak.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan WTON Kuntjara mengatakan pihaknya terus mengejar peningkatan kontrak baru perusahaan hingga akhir tahun. Hal ini dilakukan dengan mengikuti tender baik di dalam maupun luar negeri.

Kuntjara mengatakan, sejauh ini pihaknya telah mengikuti tender proyek-proyek di luar negeri. Salah satu proyek yang tengah diincar perusahaan adalah pembangunan kereta api layang di Filipina.

“Tender diikuti baik sebagai bagian dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sebagai induk perusahaan maupun secara individu,” katanya dalam paparan publik perusahaan, Kamis (9/9/2021).

Ia menjelaskan, pihaknya bersama dengan WIKA mengikuti tender kontrak untuk pembuatan jalan kereta api layang tersebut. Sementara itu, WTON mengincar pembuatan kereta api layang di Filipina sebagai perusahaan individu.

“Akhir tahun ini diharapkan sudah ada evaluasinya dan kemungkinan awarding tender-nya pada akhir tahun atau awal tahun depan,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini perusahaan memiliki proyek-proyek yang dikerjakan di luar negeri. Kuntjara memperkirakan nilai proyek perusahaan yang tengah berlangsung di luar Indonesia adalah sekitar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun.

“Proyek-proyek ini durasi pengerjaannya masih cukup lama, sekitar 3 tahun–4 tahun,” tambahnya.

Adapun, pihaknya menganut strategi tiga tahap untuk terus meningkatkan penetrasi di pasar mancanegara. Pertama, WTON menjual keahliannya (expertise) di bidang engineering, produksi, dan instalasi beton.

Kedua, perusahaan menjual keahlian serta tenaganya ke pasar-pasar mancanegara. Sementara itu, tahap ketiga, WTON akan turut berinvestasi pada sebuah proyek apabila dinilai potensial untuk peningkatan kinerja perusahaan.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wijaya karya Kinerja Emiten wika beton Jelajah BUMN
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top