Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa Buka Suspensi, Saham Pakuan (UANG) Bisa Ditransasikan Lagi Hari Ini

BEI mengumumkan suspensi atas perdagangan saham UANG di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I hari ini.
Yuliana Hema
Yuliana Hema - Bisnis.com 03 September 2021  |  07:19 WIB
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (22/3/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia membuka suspensi perdagangan saham  PT Pakuan Tbk (UANG) pada hari ini, Juimat (3/9/2021). Artinya, investor bisa kembali mentransaksikan saham tersebut.

BEI menjelaskan suspensi atas perdagangan saham UANG di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I hari ini.

"Perdagangan saham UANG dibuka kembali pada sesi I tanggal 3 September 2021," papar keterangan BEI.

Saham PT Pakuan Tbk (UANG) terpantau melesat 550,51 persen secara year to date. Sepanjang Agustus, Bursa Efek Indonesia telah dua kali melakukan suspensi perdagangan saham UANG. 

BEI pertama kali melakukan suspensi saham UANG pada 18 Agustus 2021. Kemudian, perdagangan saham UANG dibuka kembali pada 19 Agustus 2021. 

Hanya berselang satu hari, BEI kembali melakukan membekukan perdagangan saham UANG pada 20 Agustus 2021. 

Terakhir kali, saham UANG perdagangan pada 19 Agustus 2021, harga saham ini melambung 15,91 persen di posisi Rp1.275 per saham. Sepanjang 2021, saham emiten berkapitalisasi pasar Rp1,54 triliun itu melejit 550,51 persen.  

Di sisi lain, berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2021, UANG mencatatkan pendapatan sebesar Rp6,91 miliar naik tipis 18,60 persen dari Rp5,83 miliar per Juni 2021. 

Namun, rugi periode berjalan membengkak menjadi Rp31,9 miliar per Juni 2021 daru rugi Rp10,79 miliar per Juni 2020.

Wakil Direktur Utama Pakuan Erick Wihardja pihaknya berharap pertumbuhan pendapatan ini akan tetap berlanjut sampai akhir 2021 dengan peraturan PPKM yang semakin longgar. 

"Dengan adanya kondisi status PPKM yang makin membaik, kami tetap mengharapkan [kenaikan pendapatan akan berlanjut] sampai akhir 2021," imbuhnya. 

Untuk mendorong pertumbuhan pendapatan, Erick menjelaskan pihaknya akan fokus dalam penjualan cluster landed atau rumah tapak baik di Sawangan ataupun di Depok. 

Dia menjelaskan pihaknya telah melakukan meluncurkan Cluster The Grove di Depok tahap satu pada Juli 2021 kemarin. Sementara tahap dua akan diluncurkan pada kuartal IV/2021 dengan memasarkan 200 unit. 

Sementara itu, Erick memproyeksikan pendapatan UANG sampai akhir 2021, berada di kisaran Rp12 miliar - Rp13 miliar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bursa efek indonesia suspensi Pakuan
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top