Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IHSG di Zona Merah, tapi Saham Koleksi Yusuf Mansur Kembali Melejit

Tercatat, sebanyak 145 saham menguat, 140 stagnan, serta 179 diantaranya mengalami pelemahan.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 27 Agustus 2021  |  09:19 WIB
IHSG di Zona Merah, tapi Saham Koleksi Yusuf Mansur Kembali Melejit
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/3/2020). - ANTARA / Galih Pradipta
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau dibuka terkoreksi pada perdagangan hari ini, Jumat (27/8/2021).

Pada awal perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG melemah 0,08 persen di level 6.052,37. IHSG sempat menyentuh level terendahnya pada 6.041,20 beberapa menit setelah pembukaan.

Tercatat, sebanyak 145 saham menguat, 140 stagnan, serta 179 diantaranya mengalami pelemahan.

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menjadi pemuncak daftar saham yang dilego oleh investor asing pada sesi perdagangan hari ini dengan nilai jual bersih sebesar Rp1,8 miliar hingga pukul 09.03 WIB.

Menyusul dibelakangnya adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net foreign sell Rp1,8 miliar. Saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) juga dilepas oleh para investor dengan nilai net foreign sell Rp603,6 juta.

Sementara itu, saham PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) dibeli asing Rp26,7 miliar, PT Telefast Indonesia Tbk. (TFAS) mengalami net foreign buy Rp16,1 miliar, dan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga dikoleksi asing Rp4,9 miliar, sekalipun saham BBRI dibuka melemah 0,5 persen. 

Pada bagian lain, saham koleksi Yusuf Mansyur bertengger di jajaran top gainers seperti BEBS naik 13,18 persen, REAL menguat 5,6 persen, dan BABP 4,13 persen hingga 09.15 WIB. 

Sebelumnya, perkembangan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan pada pekan terakhir bulan ini terlihat masih betah dalam area konsolidasi dengan potensi tekanan yang masih cukup besar dalam rentang jangka pendek.

"Sehingga pola pergerakan yang sejatinya sideways selama bulan ini memiliki peluang untuk diakhiri dengan peluang koreksi terbatas," kata Analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya dalam riset harian, Jumat (27/8/2021)

Sedangkan momentum ini merupakan momentum yang dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi jangka panjang.

Analis memperkirakan, hari ini IHSG berpotensi berada dalam tekanan dengan kisaran 5.872 – 6.123.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bei rekomendasi saham
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top