Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Refinancing Global Bond Tuntas, Peringkat Gajah Tunggal (GJTL) Dinaikkan

Sekitar 55 persen dari utang GJTL sekarang dalam denominasi dolar AS, turun dari posisi 75 persen sebelum refinancing.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 16 Agustus 2021  |  16:10 WIB
Aktivitas pekerja di pabrik ban PT Gajah Tunggal Tbk. - gt/tires.com
Aktivitas pekerja di pabrik ban PT Gajah Tunggal Tbk. - gt/tires.com

Bisnis.com, JAKARTA – Lembaga pemeringkat internasional, Moody’s Investors Service merevisi naik peringkat PT Gajah Tunggal Tbk. menjadi B3 dengan outlook stabil, dari sebelumnya Caa1 menyusul pelunasan kembali atau refinancing obligasi global (global bond) tahun 2022.

Pada saat yang sama, Moody's telah meningkatkan peringkat obligasi senior senilai US$175 juta yang jatuh tempo pada 2026 menjadi B3 dari Caa1.

"Peningkatan peringkat mencerminkan perbaikan struktur permodalan Gajah Tunggal dan profil jatuh tempo utang setelah refinancing obligasi 2022," kata analis Moody’s Stephanie Cheong dalam keterangan resmi, dikutip Senin (16/8/2021).

Pada 10 Agustus 2021, Gajah Tunggal menebus semua obligasi senior 2022 yang masih beredar, dengan hasil dari pinjaman amortisasi berjangka senior dengan jaminan 7 tahun sebesar Rp1,45 juta dan obligasi baru senilai US$175 juta yang jatuh tempo 2026. Obligasi global tersebut sebelumnya diterbitkan pada Juni 2021.

Penukaran obligasi lama dengan obligasi baru dinilai mengurangi risiko refinancing jangka pendek dan memperpanjang profil jatuh tempo utang emiten bersandi GJTL ini.

Selain itu, refinancing termasuk pinjaman berbasis rupiah yang membantu mengurangi beberapa eksposur mata uang asing perusahaan. Sekitar 55 persen dari utang GJTL sekarang dalam denominasi dolar AS, turun dari posisi 75 persen sebelum refinancing.

Peringkat yang diberikan Moody’s kepada Gajah Tunggal mencerminkan posisi terdepan di pasar ban domestik Indonesia dan bauran penjualan yang seimbang. Perusahaan juga melaporkan metrik kredit yang kuat, termasuk rasio utang terhadap EBITDA 3,1x dan margin EBITDA 17,1 persen, untuk 12 bulan yang berakhir 30 Juni 2021.

Namun, peringkat B3 juga memasukkan ekspektasi Moody's untuk moderasi profitabilitas dan arus kas Gajah Tunggal karena kenaikan harga bahan baku dan pertumbuhan penjualan ekspor, yang pada akhirnya akan menekan siklus modal kerja.

Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat darurat (PPKM) di Indonesia setelah lonjakan kasus virus corona kemungkinan juga akan mengurangi permintaan ban secara keseluruhan.

Alhasil, Moody's memperkirakan rasio leverage GJTL akan mengarah ke 4.0x dan marjin EBITDA menuju 13 persen-14 persen selama 12-18 bulan ke depan.

Peringkat Gajah Tunggal pun terus dibatasi oleh eksposur terhadap siklus harga bahan baku dan pergerakan nilai tukar mata uang asing. Ini menyebabkan kinerja keuangan yang bergejolak, meningkatnya ketergantungan pada pendanaan jangka pendek dan berkurangnya jaminan perjanjian selama periode tekanan margin.

Moody's memperkirakan Gajah Tunggal akan terus mengandalkan fasilitas modal kerja jangka pendeknya selama 12 bulan ke depan. Namun, Moody's mengharapkan perusahaan akan mempertahankan akses ke semua fasilitas modal kerjanya secara substansial, seperti yang telah dilakukan di masa lalu. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gajah tunggal peringkat utang moodys investors service
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top