Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Indika Energy (INDY) Pakai Belanja Modal Rp536,5 Miliar, Paling Banyak untuk PTRO

Realisasi belanja modal per semester pertama INDY tercatat sebesar US$37 juta dengan rincian US$26,6 juta diantaranya digunakan untuk pemeliharaan dan penggantian aset PT Petrosea Tbk. (PTRO).
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 02 Agustus 2021  |  12:53 WIB
Indika Energy (INDY) Pakai Belanja Modal Rp536,5 Miliar, Paling Banyak untuk PTRO
Aktivitas kontrak pertambangan PT Petrosea Tbk. Anak usaha Indika Energy ini memiliki pengalaman 48 tahun di bidang kontraktor pertambangan. - petrosea.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten energi dan pertambangan, PT Indika Energy Tbk. (INDY) mencatat realisasi belanja modal alias capital expenditure sebesar US$37 juta setara Rp536,5 miliar (kurs Rp14.500) per semester pertama tahun ini.

Azis Armand, Wakil Direktur Utama dan Group CEO Indika Energy, mengatakan sepanjang semester pertama 2021 perseroan berhasil mencatatkan kinerja yang solid dan mencapai target produksi batu bara yang ditetapkan.

"Melihat situasi ekonomi global akibat pandemi masih cukup menantang, sehingga memacu Perseroan untuk lebih adaptif dan tangkas dalam melihat peluang usaha," katanya, Senin (2/8/2021).

Realisasi belanja modal per semester pertama emiten berkode INDY tercatat sebesar US$37 juta dengan rincian US$26,6 juta diantaranya digunakan untuk pemeliharaan dan penggantian aset PT Petrosea Tbk. (PTRO), dan US$4,2 juta digunakan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS) untuk pemeliharaan kapal.

Sejak 2018, Indika Energy telah melakukan diversifikasi di luar sektor inti di bidang energi dan pertambangan. Hal ini sejalan dengan tujuan eksistensi perseroan memberi energi pada Indonesia demi masa depan yang berkelanjutan.

"Investasi diversifikasi Indika Energy kini meliputi tambang emas, teknologi digital, energi baru dan terbarukan, kendaraan motor listrik, juga solusi berbasis alam atau nature-based solutions," paparnya.

Indika Energy menargetkan 50 persen pendapatan dari sektor non-batubara pada tahun 2025, sehingga saat ini perseroan terus mengembangkan portofolio diversifikasi usahanya.

Azis menambahkan, saat ini pemulihan kesehatan merupakan aspek utama dalam keseluruhan proses pemulihan ekonomi nasional.

“Untuk Indonesia yang lebih sehat, butuh gotong-royong dari setiap elemen masyarakat. Sejak awal pandemi, Indika Energy terus berkontribusi melalui berbagai inisiatif untuk membantu masyarakat,” jelasnya.

Sejak awal pandemi, Indika Energy Group telah melakukan berbagai upaya untuk membantu penanganan pandemi, seperti membangun fasilitas pengetesan PCR dan pusat isolasi sementara, mendukung Program Vaksinasi Gotong-Royong di seluruh wilayah operasional dengan total lebih dari 21.000 karyawan dan keluarga yang telah didaftarkan.

Pada pertengahan Juli lalu, Indika Energy Group juga turut membangun Rumah Oksigen Indonesia dan menginisiasi program Oksigen Untuk Negeri melalui bantuan tahap awal yaitu 8.000 silinder Oksigen.

Sepanjang periode Januari hingga Juli 2021, Indika Energy Group telah mendonasikan Rp50 miliar terkait penanganan pandemi melalui berbagai inisiatif kesehatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indika energy batu bara Kinerja Emiten petrosea tbk
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top