Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tok! Ciputra (CTRA) Putuskan Bagi Dividen Rp157,5 Miliar

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) secara elektronik pada Kamis (29/7/2021), CTRA menyetuji pembagian dividen tunai Rp157,5 miliar atau Rp8,5 per saham.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 29 Juli 2021  |  14:24 WIB
Proyek apartemen The Newton 2.  - Dok. www.newton2/ciputra.com
Proyek apartemen The Newton 2. - Dok. www.newton2/ciputra.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) akan membagikan dividen tunai senilai Rp157,5 miliar atau Rp8,5 per saham.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) secara elektronik pada Kamis (29/7/2021), CTRA menyetuji pembagian dividen tunai Rp157,5 miliar atau Rp8,5 per saham.

"Dividen tunai ini sekitar 12 persen dari lokasi penggunaan laba bersih tahun buku 2020," papar Direktur Utama CTRA Candra Ciputra, dalam siaran pers.

Pada 2020, CTRA mencatatkan laba bersih Rp1,3 triliun dari total pendapatan Rp8 triliun. Pendapatan tersebut berasal dari segmen pengembangan properti yang meliputi penjualan rumah, ruko, tanah, apartemen, dan perkantoran senilai Rp6,5 triliun.

Adapun, dari pendapatan berulang yang meliputi pusat perbelanjaan, hotel, sewa kantor, dan rumah sakit, CTRA mengantongi Rp1,4 triliun.

Sementara itu, PT Ciputra Development Tbk. membukukan pendapatan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp3,5 triliun hingga akhir semester I/2021.

Direktur Ciputra Development Harun Hajadi mengatakan perolehan marketing sales perseroan hingga Juni 2021 sekitar Rp3,5 triliun atau 59,62 persen dari target yang dipatok tahun ini senilai Rp5,87 triliun

Marketing sales sampai Juni kurang lebih Rp3,5 triliun. Kontributor cukup merata, proyek besar kontibusi besar, proyek kecil ya kecil,” kata Harun kepada Bisnis, Rabu (14/7/2021).

Adapun, realisasi marketing sales dari emiten dengan kode saham CTRA itu menanjak 89 persen secara tahunan. Insentif yang digelontorkan pemerintah pada awal tahun saat suku bunga berada di level terendah sepanjang sejarah disebut menjadi pendorong kenaikan angka prapenjualan tersebut.

Pemerintah memberikan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah sebesar 100 persen dari PPN terutang atas penyerahan rumah tapak atau rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp2 miliar.

Sementara itu, Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5 persen.

Kendati prapenjualan properti terbilang semarak pada paruh pertama tahun ini, tantangan kembali dari pandemi Covid-19 dengan angka kasus positif yang menanjak sejak akhir semester I/2021.

Harun menilai apabila PPKM maupun PPKM Darurat yang diberlakukan pemerintah ini menjadi berkepanjangan tentunya akan berdampak lagi pada penjualan properti di semester II/2021.

“Karena kan mobilitas menjadi terbatas, sedangkan properti sebagai big ticket item, orang masih perlu melihat barangnya. Maka terjadi penundaan pembelian. Ini pasti berdampak terhadap penjualan kami,” ujar Harun.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ciputra dividen ciputra development
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top