Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tren IPO Dunia Meningkat Sepanjang Semester I/2021

Firma Ernst & Young (EY) mencatat bahwa tren kenaikan jumlah IPO di dunia sepanjang kuartal pertama tahun ini berlanjut di kuartal kedua, bahkan lebih tinggi secara jumlah transaksi dan jumlah dana terhimpun.
Bursa Asia/ Bloomberg.
Bursa Asia/ Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA—Tren penawaran umum perdana atau initial public offering di ranah global meningkat signifikan sepanjang paruh pertama 2021.

Firma Ernst & Young (EY) mencatat bahwa tren kenaikan jumlah IPO di dunia sepanjang kuartal pertama tahun ini berlanjut di kuartal kedua, bahkan lebih tinggi secara jumlah transaksi dan jumlah dana terhimpun.

Hingga paruh pertama 2021, ada total 1.070 IPO dengan pendapatan yang meningkat sebesar US$222,0 miliar, masing-masing kuartal naik 150 persen dan 215 persen dari tahun ke tahun (year-on-year/YoY).

“Kinerja positif pasar IPO global menunjukkan pemulihan ekonomi global berjalan dengan baik, meskipun lajunya bervariasi di seluruh pasar,” demikian tertulis dalam riset EY, seperti dikutip Bisnis, Selasa (27/7/2021)

Akan tetapi, di kuartal II/2021 aksi IPO perusahaan akuisisi bertujuan khusus (special purpose acquisition company/SPAC) cenderung sepi, berkebalikan dengan kuartal sebelumnya yang mana SPAC mendominasi.

Berdasarkan wilayah, aksi IPO di Amerika berlanjut dengan pesat hingga paruh pertama 2021, dengan total 276 IPO dan dana terhimpun US$93.9 miliar. Sementara di kawasan Asia-Pasifik, aktivitas IPO cenderung stabil dengan 471 IPO dan total dana terhimpun US$ 74,3 miliar.

Sementara itu di kawasan EMEIA, aktivitas IPO melonjak tinggi sepanjang paruh pertama 2021, menghasilkan 323 IPO yang mengumpulkan US$53,8 miliar. EMEIA mencatat tingkat pertumbuhan tertinggi YoY di antara ketiga wilayah tersebut.

EY Global IPO Leader Paul G mengatakan, secara global pasar IPO menunjukkan kinerja yang kuat di kuartal II/2021 karena IPO tradisional terus mendapat manfaat dari momentum di kuartal pertama.

“Perusahaan yang melakukan IPO yang ingin mengambil keuntungan dari sentimen pasar yang menguntungkan dan likuiditas yang tinggi, sehingga menyelesaikan transaksi mereka sebelum prediksi perlambatan di pertengahan tahun,” ujarnya.

Menurut dia, perusahaan yang sedang mempertimbangkan IPO harus menyiapkan strategi multi-dimensi yang menunjukkan resiliensi terhadap geopolitik, situasi pandemi COVID-19 yang berkembang, valuasi, dan tantangan tata kelola (governance).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper