Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Dolar Naik Tipis di Tengah Pasang Surut Sentimen Risiko, Euro Tergelincir

Dolar AS terkerek seiring dengan sentimen risiko yang pasang surut dan pelemahan euro yang disebabkan oleh pernyataan dan komentar Ketua Bank Sentral Eropa.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 Juli 2021  |  07:43 WIB
Dolar Naik Tipis di Tengah Pasang Surut Sentimen Risiko, Euro Tergelincir
Ilustrasi Dolar AS - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Mata uang dolar AS ditutup menguat tipis terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada perdagangan Kamis (22/7/2021).

Dolar AS terkerek seiring dengan sentimen risiko yang pasang surut dan pelemahan euro yang disebabkan oleh pernyataan dan komentar Ketua Bank Sentral Eropa.

Dilansir Antara, Jumat (23/7/2021), mata uang AS mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada Rabu (21/7/2021). Selera risiko beragam, dengan saham AS berakhir sedikit lebih tinggi pada Kamis (22/7/2021), tetapi obligasi pemerintah berada dalam penawaran beli yang baik, yang mendorong imbal hasil lebih rendah.

Meskipun dolar merosot dari level tertinggi 3,5 bulan, tetap diminati di kalangan investor, kata para analis.

"Ada banyak ketidakpastian apakah Anda melihat pasar AS, makro global, kekhawatiran Covid-19, atau apakah Anda melihat risiko politik," kata Simon Harvey, Analis Pasar Senior Valas Monex Europe di London.

Dia pun berpendapat dolar tetap akan kuat selama beberapa bulan ke depan. Pada awal sesi, dolar tergelincir setelah data klaim pengangguran AS yang lebih tinggi dari perkiraan menimbulkan kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi terbesar dunia itu dari pandemi.

Di sisi lain, euro menguat di awal sesi setelah ECB memenuhi ekspektasi dengan berjanji untuk mempertahankan suku bunga pada rekor terendah lebih lama lagi.

Ketua ECB Christine Lagarde, dalam sebuah media briefing, tidak mengatakan apa pun untuk mengubah pandangan hati-hati pasar terhadap zona euro. Dia mengatakan gelombang baru pandemi virus corona dapat menimbulkan risiko bagi pemulihan kawasan, meskipun dia memang menawarkan prospek ekonomi yang lebih seimbang.

Poros dovish ECB, mengikuti tinjauan strategi yang baru-baru ini dirilis, pada saat banyak rekan mempertimbangkan untuk keluar dari stimulus era pandemi diperkirakan akan menjaga mata uang tunggal di bawah tekanan.

Pada perdagangan sore hari, euro turun 0,2 persen menjadi US$1,1767, tidak jauh dari level terendah 3,5 bulan pada US$1,1752 yang dicapai pada Rabu (21/7/2021).

Sementara itu indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,1 persen menjadi 92,852, karena dampak dari data klaim pengangguran AS memudar.

Data menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran AS meningkat 51.000 menjadi 419.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 17 Juli, tertinggi sejak pertengahan Mei. Ekonom yang disurvei oleh Reuters telah memperkirakan 350.000 aplikasi untuk minggu terakhir.

Karl Schamotta, Kepala Strategi Pasar Cambridge Global Payments di Toronto, mengatakan risiko data mendorong rencana pengetatan Federal Reserve jauh ke depan, memberikan tekanan lebih lanjut pada imbal hasil obligasi.

Mata uang yang berfokus pada pertumbuhan seperti dolar Australia naik karena aksi jual risiko global semakin mereda. Aussie terakhir naik 0,2 persen pada 0,7372 dolar AS.

Sterling menguat 0,4 persen menjadi 1,3767 dolar AS, pulih dari terendah 5,5 bulan. Namun, dolar tergelincir 0,1 persen terhadap safe haven yen menjadi 110,17 yen.

Sementara di pasar mata uang kripto, Bitcoin naik 0,4 persen menjadi 32.287 dolar AS. Bitcoin naik tipis setelah Business Insider melaporkan bahwa JPMorgan Chase & Co JPM.N akan mengizinkan semua klien manajemen kekayaannya mengakses dana-dana mata uang kripto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nilai tukar kurs dolar as euro

Sumber : Antara

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top