Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pefindo: Emisi Obligasi Korporasi Semester I/2021 Lebih Semarak

Berdasarkan data Pefindo, terdapat 55 kegiatan peringkat penerbitan obligasi korporasi yang terdiri dari 48 perusahaan dengan total nilai Rp20,15 triliun hingga kuartal II/2021.
Logo PT Pemeringkat Efek Indonesia./Pefindo
Logo PT Pemeringkat Efek Indonesia./Pefindo

Bisnis.com, JAKARTA – Penerbitan surat utang korporasi sepanjang paruh pertama tahun 2021 menunjukkan tren pertumbuhan.

Pada kuartal II/2021, emisi penerbitan obligasi korporasi naik 101,31 persen year on year (yoy) menjadi Rp20,15 triliun. Adapun, pada kuartal I/2021, penerbitan obligasi korporasi naik 15,93 persen yoy menuju Rp23,21 triliun dari Rp20,02 triliun pada kuartal I/2020.

Niken Indriarsih, Kepala Divisi Pemeringkatan Korporasi PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), mengungkapkan hal ini dalam konferensi pers, Senin (19/7/2021). Menurutnya hal ini dikarenakan pada kuartal II/2020 bertepatan dengan baru masuknya pandemi Covid-19 di Indonesia sehingga mempengaruhi penerbitan surat utang pada tahun lalu.

Sementara pada kuartal II/2021, jumlah penerbitan obligasi meningkat seiring dengan adanya ekspektasi pemulihan kondisi perekonomian di Tanah Air dengan adanya program vaksinasi yang berjalan mulai dari awal tahun ini.

“Ini kalau dari sisi perbandingan surat utang, kita lihat memang selama kuartal II/2021 ini secara jumlah jauh lebih baik atau naik dua kalinya dibandingkan dengan periode yang sama dengan tahun 2020 lalu,” kata Niken dalam konferensi pers Pefindo secara virtual, Kamis (19/7/2021).

Lebih lanjut, Niken mengungkapkan melonjaknya kasus aktif Covid-19 dalam beberapa bulan belakang ini mungkin akan mempengaruhi penerbitan surat utang di kuartal-kuartal berikutnya, jika tidak teratasi dengan baik.

Berdasarkan data Pefindo, terdapat 55 kegiatan peringkat penerbitan obligasi korporasi yang terdiri dari 48 perusahaan dengan total nilai Rp20,15 triliun hingga kuartal II/2021. Nilai itu meningkat 101,31 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp10 triliun.

Di mana penerbitan obligasi di dominasi oleh perusahaan non Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp15,05 triliun, dan sisanya Rp5,10 triliun merupakan penerbitan obligasi perusahaan BUMN.

Melalui total obligasi korporasi tersebut, sektor multifinance menduduki posisi teratas yaitu sebesar Rp7,73 triliun. Kemudian diikuti oleh sektor industri pembiayaan sebesar Rp4,65 triliun dan perbankan sebesar Rp2 triliun.

Pefindo sendiri ungkap Niken menguasai 73 persen pangsa pasar pemeringkat obligasi korporasi di sepanjang semester pertama 2021 yaitu sebesar Rp13,35 triliun.

Adapun sektor terbanyak yang diperingkat Pefindo adalah sektor multifinance sebesar Rp5,04 triliun, sektor industri pembiayaan sebesar Rp4,65 triliun, dan sektor perkebunan sebesar Rp1,50 triliun.

Tabel Emisi Obligasi Korporasi Kuartal II/2021

Pefindo: Emisi Obligasi Korporasi Semester I/2021 Lebih Semarak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper