Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tertekan Lonjakan Wall Street dan Hawkish The Fed, Kilau Emas Kian Pudar

Harga emas ditekan oleh sentimen hawkish The Fed dan rekor kenaikan pada pasar saham di AS yang menandakan pemulihan ekonomi yang terus berjalan.
Karyawan menunjukan replika emas logam mulia di Butik Antam, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk. pada hari perdagangan Selasa (8/9/2020) menurun dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan menunjukan replika emas logam mulia di Butik Antam, Jakarta, Selasa (8/9/2020). Harga emas PT Aneka Tambang Tbk. pada hari perdagangan Selasa (8/9/2020) menurun dibandingkan dengan perdagangan hari sebelumnya. Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas bergerak ke pelemahan bulanan terburuknya dalam lebih dari empat tahun. Hal ini terjadi seiring dengan sikap investor yang mempertimbangkan pergeseran kebijakan moneter oleh The Fed yang lebih hawkish.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (30/6/2021), harga emas di pasar Spot terpantau pada US$1.758,59 per troy ounce atau turun 0,15 persen. Sementara itu, harga emas Comex turun 0,20 persen pada US$1.760,10 per troy ounce.

Harga emas juga ditekan oleh rekor kenaikan pada pasar saham di AS yang menandakan pemulihan ekonomi yang terus berjalan. Sentimen ini juga menambah keyakinan pelaku pasar bahwa vaksinasi dapat menahan penyebaran sejumlah varian baru virus corona.

Pejabat The Fed pada pertemuan bulanan Juni lalu merespon laju inflasi dengan mempercepat kenaikan suku bunga acuannya dari level rendah. The Fed juga telah memulai pembahasan terkait rencana tapering off.

Sementara itu, data indeks keyakinan konsumen AS yang dirilis pada Selasa kemarin menunjukkan kenaikan seiring dengan optimisme masyarakat AS terhadap perekonomian dan pasar tenaga kerja.

Yeap Jun Rong, Market Strategist IG Asia Pte., mengatakan harga emas melanjutkan pelemahannya setelah sempat terkonsolidasi akibat aksi jual investor. Hal tersebut disebabkan oleh outlook kebijakan The Fed baru yang lebih hawkish.

“Kenaikan keyakinan konsumen AS juga mengindikasikan potensi penguatan konsumsi serta dolar AS, yang akan membebani harga emas,” jelasnya dikutip dari Bloomberg.

Sementara itu, perdebatan yang membahas langkah The Fed selanjutnya terus terjadi. President Bank of Richmond, Thomas Barkin mengatakan pasar ketenagakerjaan AS saat ini belum mendekati level sebelum terjadinya pandemi virus corona. Menurutnya, The Fed perlu melihat pertumbuhan yang lebih baik lagi sebelum melakukan tapering off.

Di sisi lain, Anggota Dewan Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan pemulihan ekonomi AS yang berada diatas ekspektasi sebaiknya diikuti dengan pengurangan pembelian aset obligasi AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper