Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Imbas Pernyataan The Fed, IHSG Koreksi Tertekan Saham Big Caps

Preopening, IHSG turun 0,25 persen atau 15,03 poin menjadi 6.063,54. Dari seluruh saham LQ45, sejumlah 30 saham melemah, 4 saham hijau, dan 11 stagnan.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 17 Juni 2021  |  09:03 WIB
Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (18/5/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Selasa (18/5/2021). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi jual saham big caps membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun pada awal perdagangan Kamis (17/6/2021). 

Preopening, IHSG turun 0,25 persen atau 15,03 poin menjadi 6.063,54. Dari seluruh saham LQ45, sejumlah 30 saham melemah, 4 saham hijau, dan 11 stagnan.

Pada pukul 09.01 WIB, IHSG turun 0,32 persen atau 19,2 poin menuju 6.059,36. Terpantau 133 saham melemah, 96 saham naik, dan 188 saham stagnan.

Sejumlah saham big caps dilego investor asing, seperti TLKM, ASII, BBNI. Adapun, investor asing cenderung masuk ke BBRI, BMRI, dan BBCA, tetapi saham-saham itu ikut terkoreksi.

Sementara itu, kejelasan Federal Reserve dalam rencana menaikkan suku bunga diperkirakan turut berimbas menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (17/6/2021). 

Direktur PT MNC Asset Management Edwin Sebayang menjelaskan pelaku pasar akhirnya bisa bernafas lega dan penantian panjang terhadap sikap The Fed sudah terjawab. Sejumlah 11 dari 18 anggota The Fed merencanakan kenaikan 2 kali Fed Fund Rate (FFR) sebesar 0,25 persen pada 2021.

Sikap The Fed membuat pasar saham Amerika Serikat jatuh, dengan Dow Jones koreksi 0,77 persen semalam. Di sisi lain, pasar komoditas juga merana, seperti emas yang anjlok 2,56 persen, minyak turun 1,13 persen, dan harga CPO merosot 1,98 persen. Obligasi AS tenor 10 tahun malah naik menjadi 1,569 persen.

"Sentimen negatif tersebut diperkirakan berisiko mendorong IHSG untuk melemah kembali dalam perdagangan Kamis ini," paparnya dalam publikasi riset, Kamis (17/6/2021).

Sementara itu, kasus Covid-19 kian mengkhawatirkan, dimana kemarin bertambah 9.944 kasus positif. Alhasil sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama Senin (2/3/2020), per kemarin total penderita mencapai 1.937.652 orang, nyaris mendekati 2 juta orang.

Edwin memprediksi IHSG pada hari ini bergerak dalam rentang 6.014-6.105.

Pada akhir sesi II pukul 15.15 WIB perdagangan Rabu (16/6/2021), IHSG ditutup berbalik melemah 0,17 persen atau 10,47 poin menjadi 6.078,57. Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang 6.049,58-6.114,10.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI Kebijakan The Fed
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top