Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Private Placement, Matahari Putra Prima Incar Minimal Rp671 Miliar

Rencananya, investor baru akan menguasai sekitar 9,09 persen saham MPPA setelah private placement dieksekusi.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  20:22 WIB
Petugas Hypermat tengah memindahkan barang belanjaan konsumen. Layanan park and pick up menjadi salah satu layanan baru PT Matahari Putra Prima Tbk. sejak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). - hypermart.co.id
Petugas Hypermat tengah memindahkan barang belanjaan konsumen. Layanan park and pick up menjadi salah satu layanan baru PT Matahari Putra Prima Tbk. sejak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). - hypermart.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten ritel PT Matahari Putra Prima Tbk. berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) private placement

Berdasarkan keterbukaan informasi, Rabu (9/3/2021), emiten berkode saham MPPA tersebut berencana menerbitkan maksimal 752.914.792 saham atau 752,91 juta saham. 

Jumlah saham yang ditawarkan tersebut mewakili maksimal 10 persen saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp50 per saham. 

Prospektus pengelola Hypermart ini menyebutkan, harga pelaksanaan private placement minimal Rp891 per saham. Harga tersebut mengikuti paling sedikit 90 persen dari harga rata-rata penutupan perdagangan perseroan sejak 28 April 2021 sampai 8 Juni 2021. Alhasil, dana hasil private placement ini berpotensi sedikitnya Rp670,84 miliar.

Rencana itu terlebih dahulu melewati persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dijadwalkan pada 16 Juni 2021.

Seluruh dana yang terkumpul dari private placement rencananya akan digunakan untuk memperkuat struktur neraca dan modal kerja dalam rangka mendukung pelaksanaan strategi bisnis ritel offline maupun online MPPA.

“Perseroan berencana untuk menggunakan seluruh dana yang diterimanya dari PMTHMETD, untuk memperkuat struktur neraca dan modal kerja dalam rangka mendukung pelaksanaan strategi bisnis ritel offline dan online perseroan ke depan,” tulis manajemen yang dikutip pada Rabu (9/6/2021). 

Lebih lanjut, emiten milik Grup Lippo ini menyebutkan aksi private placement itu diperlukan untuk memperkuat struktur permodalan dalam rangka menjaga posisi keuangan perseroan yang baik, sehingga emiten tersebut bisa menjalankan kegiatan usaha yang sehat dan meningkatkan kinerja secara berkelanjutan serta mengantisipasi berbagai peluang pasar ke depan. 

Pada keterbukaan informasi disebutkan, private placement bisa dilaksanakan secara sekaligus atau secara bertahap dalam jangka waktu dua tahun terhitung sejak disetujui RUPSLB perseroan. 

Direktur Matahari Putra Prima Danny Konjongian mengatakan, aksi private placement perseroan hingga saat ini masih dalam wacana karena dalam tahap perumusan oleh manajemen. Pihaknya belum dapat mengungkap detail rencana tersebut.

"Untuk yang rencana PMHMETD sampai saat ini masih wacana karena masih dalam tahap perumusan oleh manajemen. Belum ada informasi lebih lanjut yang dapat disampaikan,” ungkap Danny saat dihubungi Bisnis, Rabu (9/6/2021). 

Pada keterbukaan informasi dijelaskan bahwa saham baru perseroan yang akan diterbitkan tersebut akan dikeluarkan pada satu atau beberapa investor yang bermaksud memiliki saham baru perseroan.

Namun hingga kini belum ditentukan pihak-pihak mana saja yang akan memiliki saham tersebut. 

Setelah private placement, struktur pemegang saham MPPA antara lain, kepemilikan PT Multipolar Tbk (MLPL) akan berkurang menjadi 34,84 persen dari sebelumnya 38,33 persen. Andersen Invesment Pte juga turun menjadi 16,94 persen dari 18,63 persen, Connery Asia Limited turun menjadi 6,86 persen dari 7,55 persen. Sedangkan investor baru akan menguasai 9,09 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

matahari putra prima mppa private placement
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top