Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Geliat Aksi Emiten Grup Lippo, Simak Saham yang Untung & Buntung

Sepanjang tahun berjalan ini saham MPPA telah meroket hingga 1.076,19 persen, MLPL naik 850,70 persen, dan MLPT melesat 318,31 persen.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 09 Juni 2021  |  21:53 WIB
CEO Lippo Karawaci John Riady saat berkunjung ke kantor Bisnis Indonesia, di Jakarta, Selasa (19/3/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
CEO Lippo Karawaci John Riady saat berkunjung ke kantor Bisnis Indonesia, di Jakarta, Selasa (19/3/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten grup Lippo dalam beberapa waktu belakangan ini aktif melakukan aksi korporasi sehingga membuat sahamnya menarik untuk dicermati. 

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, sebanyak 10 dari 12 saham emiten grup Lippo yang bertengger di bursa berhasil bertahan di zona hijau sepanjang 2021.

Penguatan dipimpin oleh PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) yang meroket hingga 1.076,19 persen secara year to date

Kemudian, disusul oleh PT Multipolar Tbk. (MLPL) yang naik 850,70 persen, dan PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) yang naik 318,31 persen.

Selain itu, saham PT Star Pacific Tbk. (LPLI) juga melonjak 231,76 persen, PT Link Net Tbk. (LINK) naik 85,89 persen, PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) naik 50,91 persen.

Seterusnya saham LPPF turut naik 50,59 persen, NOBU naik 22,42 persen, LPGI naik 12,09 persen dan KBLV yang naik 9,67 persen sepanjang 2021 ini. 

Sementara itu saham emiten properti grup Lippo yaitu PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) terpantau terkoreksi 15,49 persen, dan saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) turun 15,89 persen secara year to date.

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengungkapkan bahwa pergerakan saham-saham Lippo Grup dalam beberapa perdagangan terakhir perlu dicermati dengan hati-hati oleh investor. 

Menurutnya kenaikan harga saham yang signifikan tersebut secara teknikal idealnya akan terkoreksi terlebih dahulu. Oleh sebab itu dia menyarankan untuk para investor yang ingin berinvestasi untuk menunggu harga terkoreksi dahulu, lalu baru menunggu sinyal selanjutnya. 

"Untuk grup Lippo khususnya yang lagi trending saat ini, yang harganya naik signifikan sebaiknya hati-hati jika baru mau masuk, karenan kondisi teknikal idealnya koreksi dulu. Kalau mau masuk tunggu harga koreksi dulu, kemudian tunggu sinyal selanjutnya,” jelas Sukarno saat dihubungi Bisnis, Rabu (9/6/2021). 

Lebih lanjut dia mengatakan jikalau harga masih mampu naik, investor bisa melakukan trading buy dengan target price (TP) 3 persen hingga 5 persen. 

Di sisi lain, Sukarno menjelaskan saat ini dari segi permintaan, saham-saham properti masih cenderung stagnan jika dilihat pada kuartal I/2021 secara tahunan atau year on year

Dia menambahkan, saham properti yang belum pulih saat ini bisa dimanfaatkan untuk akumulasi beli ketika harga saham tersebut terkoreksi. Sukarno menyarankan untuk mengusahakan membeli harga mendekati area yang dianggap memiliki support yang kuat. 

"Tapi di saat kondisi seperti ini kita bisa manfaatkan untuk akumulasi beli ketika harga koreksi. Usahakan beli ketika harga mendekati area yang kita anggap support-nya kuat,” kata Sukarno. 

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

grup lippo multipolar mppa
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top