Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sektor Konsumer Memble, Investor Bisa Beralih Ke Teknologi

Pada tahun ini, saham konsumer cenderung mengalami pelemahan. Bagi investor yang ingin beralih ke sektor selain konsumen, bidang emiten berbasis teknologi dan komoditas dapat menjadi pertimbangan.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 31 Mei 2021  |  14:55 WIB
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pekerja melintasi papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja saham sektor konsumer yang tengah lesu dapat menjadi momentum positif untuk investor beralih ke saham-saham teknologi.

Menurut Head of Online Trading Ciptadana Sekuritas Asia Zabrina Raissa, selama ini sektor konsumer termasuk dalam saham yang defensif. Artinya, sektor ini yang dapat diandalkan untuk menyediakan return yang konsisten, bahkan ketika terjadi penurunan ekonomi atau pasar.

Meski demikian, pada tahun ini saham konsumer cenderung mengalami pelemahan. Dia mencontohkan, saham seperti PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) atau PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) saat ini menunjukkan tren pergerakan yang negatif.

“Saham seperti UNVR yang saat ini turun cukup signifikan ke kisaran Rp5.700,” katanya dalam acara Bisnis Muda “Mumpung Masih Muda, Investasi Apa yang Baik untuk Kamu?” Senin (31/5/2021).

Zabrina mengatakan, bagi investor yang ingin beralih ke sektor selain konsumen, bidang emiten berbasis teknologi dan komoditas dapat menjadi pertimbangan. Hal ini seiring dengan perkembangan teknologi dan revolusi industri 4.0 yang akan menguntungkan sektor-sektor tersebut.

Untuk sektor berbasis teknologi, Zabrina mengatakan saham seperti PT Elang mahkota Teknologi Tbk (EMTK) atau PT Bank Jago Tbk (ARTO) bisa menjadi pilihan. Khusus untuk ARTO, keterlibatan investor-investor besar seperti Gojek, Astra dan Telkomsel menjadi nilai tambah bagi prospek saham bank digital tersebut.

Selain itu, saham emiten rumah sakit PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) juga memiliki prospek yang cukup baik. Menurutnya, prospek penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada kegiatan operasional rumah sakit SAME akan berimbas positif bagi kinerja perusahaan.

Sementara, saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) juga patut dipantau oleh investor yang berminat masuk pada sektor teknologi. Serupa dengan SAME, Zabrina mengatakan prospek penerapan teknologi pada pengontrolan bisnis kelapa sawit TAPG akan berimbas positif.

“Artinya, penggunaan teknologi ini akan berdampak pada efisiensi bisnis perusahaan, yang kedepannya dapat memberikan sesuatu yang positif untuk TAPG,” jelasnya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi unilever rekomendasi saham indofood sukses makmur Kinerja Saham
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top