Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CEO Hero Supermarket Patrik Lindvall: Keputusan Penutupan Gerai Giant Sudah Ditinjau Mendalam

PT Hero Supermarket Tbk. memutuskan untuk menutup gerai Giant yang sudah dioperasikan perseroan sejak 2002. Perubahan perilaku konsumen hingga perkembangan teknologi digital menjadi latar belakang keputusan berat tersebut.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 27 Mei 2021  |  08:17 WIB
CEO PT Hero Supermarket Tbk. Patrik Lindvall - Istimewa
CEO PT Hero Supermarket Tbk. Patrik Lindvall - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Perubahan lansekap bisnis di industri peritel membuat para pemain besar harus berani mengambil keputusan, baik yang paling sulit sekali pun.

Baru-baru ini, PT Hero Supermarket Tbk. memutuskan untuk menutup gerai Giant yang sudah dioperasikan perseroan sejak 2002. Perubahan perilaku konsumen hingga perkembangan teknologi digital menjadi latar belakang keputusan berat tersebut.

Pandemi yang merebak sejak tahun lalu pun memperkeruh suasana. Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk. Patrik Lindvall menjelaskan kepada Bisnis strategi perseroan untuk memperkuat posisi di industri ritel serta alasan di balik penutupan seluruh gerai Giant pada akhir Juli 2021.

Berikut petikan wawancaranya:

Apa alasan perusahaan akhirnya memutuskan untuk menutup Giant dan lebih fokus ke Hero Supermarket, Guardian, dan IKEA?

Keputusan itu merupakan hasil dari tinjauan strategis yang kami lakukan di masing-masing portofolio brand kami yaitu Hero Supermarket, Guardian, IKEA, dan Giant. 

Hero Supermarket, Guardian, dan IKEA merupakan tiga brand yang berperforma kuat selama beberapa tahun terakhir dan kami percaya prospeknya juga tetap kuat di masa depan.

Kalau kita mengambil satu langkah ke belakang, tentu saja keputusan ini tidak datang dalam waktu cepat. 

Kami sudah melihat tren di industri hipermarket selama bertahun-tahun, tidak hanya di Indonesia tapi juga secara global dan regional. Kami melihat peritel seperti Walmart (AS), Carrefour (Perancis), Tesco (Inggris) sudah menjauh dari industri hipermarket.

[Hal itu karena] ada perubahan perilaku belanja konsumen yang lebih memilih berbelanja di toko yang lebih kecil dan dekat dengan tempat tinggal. Dan kami melihat tren yang sama itu juga terjadi di indonesia.

Pada saat bersamaan, perlu diingat bahwa kami dalam beberapa tahun terakhir sudah melakukan optimalisasi Giant. Kami melakukan upgrade toko dan menjaga kualitas produk. 

Tapi perubahan tren di konsumen itu tetap bertahan. Dan kami melihat perubahan itu makin cepat bergerak pada masa pandemi.

Sebenarnya keputusan ini bukan karena dampak pandemi saja, tapi juga karena perubahan perilaku belanja konsumen.

Itu yang membuat kami perlu mengambil keputusan ini sebagai perusahaan, untuk kebaikan semua pihak di masa depan

Pada saat bersamaan, untuk segmen kelas atas di sektor groseri [lewat Hero Supermarket], trennya masih menjanjikan dan less fragile. Kami melihat respons konsumen tetap positif.

Begitu juga dengan di Guardian, tetap positif, dan IKEA. Tapi kalau melihat Guardian, IKEA, dan Hero Supermarket dapat dilihat portofolio kami sebenarnya beragam dan tidak hanya untuk pasar kelas atas. 

Apa yang akan dilakukan perseroan dengan gerai-gerai Giant menjelang tutup permanen pada akhir Juli 2021?

Keputusan ini merupakan bentuk tanggung jawab kami terhadap stakeholder dan shareholder

Untuk Giant, saat ini kami masih berdiskusi dengan pihak ketiga. Ada beberapa pihak yang sedang berbicara kepada kami mengenai transfer aset dan gerai Giant.

Tentu saja diskusinya masih berlangsung dan saya tidak bisa menyampaikan siapa saja pihaknya.

Kami juga melihat dan meninjau potensi untuk mengubah 5 gerai Giant menjadi gerai IKEA. Selain itu, kami juga meninjau beberapa gerai Giant untuk dikonversikan menjadi Hero Supermarket.

Artinya, gerai-gerai yang tidak dapat kami pindah tangankan ke pihak ketiga, tidak kami ubah ke IKEA dan Hero Supermarket, akan tutup pada akhir Juli tahun ini.

Tapi penting untuk disebutkan bahwa brand Giant akan berhenti beroperasi, tapi toko-tokonya mungkin akan tetap ada dengan bentuk dan format yang berbeda. Baik itu berbentuk IKEA, Hero, atau ditransferkan oleh pihak ketiga.

Gerai Giant yang di mana saja yang akan diganti menjadi IKEA atau Hero Supermarket?

Karena diskusi masih berlangsung dengan pihak ketiga, dan diskusi peninjauan (review) mengenai gerai mana yang akan diubah menjadi IKEA atau Hero Supermarket, saya belum bisa mengungkapkan informasi lebih jauh dari ini untuk sekarang.

Sebelumnya PT Hero sudah pernah menutup beberapa gerai Hero Supermarket pada 2019. Mengapa sekarang berniat menambah lebih banyak gerai?

Hero adalah satu dari tiga brand yang akan terus kami kembangkan di masa depan, bersama Guardian dan IKEA. Saat ini, fokus kami benar-benar untuk melewati masa transisi, meninjau gerai Giant mana saja yang bisa kami ubah menjadi gerai Hero.

Mengenai rencana di masa depan, saya belum bercerita banyak saat ini. Tapi, yang pasti Hero adalah salah satu brang yang akan terus kami perkuat di masa depan.

Bagaimana pandangan anda tentang industri peritel di Indonesia?

Pandemi adalah sesuatu yang belum pernah kita dirasakan sebelumnya, tidak ada yang pernah mengalami kondisi seperti ini.

Semua peritel terkena dampaknya. Ketika kita datang ke toko dapat dilihat banyak sekali penyesuaian, kita semua tahu industri peritel menjadi salah satu yang paling terpukul di masa pandemi ini.

Di sisi lain, seiring dengan dijalankannya program vaksinasi kami melihat ada tanda-tanda kecil akan datang pemulihan di industri. Orang mulai percaya diri untuk keluar rumah dan lebih nyaman bergerak di ruang publik.

Tentu saja kami melihat dan berharap ada potensi pertumbuhan industri lagi di masa depan. Tapi, saya ingin mengatakan kami menyadari dalam jangka pendek ini masih akan penuh tantangan, khususnya untuk PT Hero. 

Seperti peritel yang lain, kami tidak punya peta. Kami tidak punya peta untuk menavigasi akhir dari pandemi ini. Tapi beruntungnya, kami memiliki nilai-nilai yang tetap kami junjung untuk selalu melayani pelanggan kami dengan cara-cara paling baik.

Dan saya ingin mengatakan hal itu sangat membantu kami di masa pandemi sejauh ini. Itu juga akan menjadi panduan kami ke depannya dan menambah nilai kami.

Saya menyadari pandemi ini sangat sulit bagi semua orang. Tapi menurut saya yang penting jika kita fokus pada kekuatan inti kita dan mau mengambil selangkah di depan untuk melayani pelanggan. 

Kami di PT Hero dapat melakukan itu, kami akan fokus pada kekuatan kami di seluruh brand yaitu Hero, Guardian, dan IKEA.

Ini lah upaya kami untuk menghadapi transisi di masa pandemi hingga setelah pandemi. Kami akan terus menyediakan pengalaman konsumen yang memuaskan bagi pelanggan.

Bagaimana strategi perseroan untuk menangkap peluang di kondisi saat ini?

Menurut saya, secara fundamental kuncinya adalah untuk dapat diakses dengan mudah dan harga terjangkau. Kami tahu Indonesia adalah pasar yang kuat dalam hal platform belanja daring.

Namun, kami tidak bisa menyampaikan detil mengenai hal ini karena ini tentu saja terkait dengan startegi kompetitivitas kami.

Yang dapat kami yakinkan yaitu dengan fokus ke tiga brand yang sudah saya sebutkan tadi, masing-masing brand akan fokus untuk memperkuat infrastruktur rantai penawaran. Nah, dari sini akan terkait dengan faktor kepuasan konsumen yang juga terkait dengan kemudahan berbelanja lewat e-commerce.

E-commerce tentu menjadi area yang sangat penting untuk ketiga brand kami, baik platform dari pihak ketiga maupun yang akan kami kembangkan sendiri.

Jadi, kepuasan konsumen, aksesibilitas, dikombinasikan dengan keterjangkauan tentunya menjadi pilar strategis kami untuk ke depannya. Kami tidak bisa mengungkapkan lebih detil mengenai ini.

Pelaku pasar sepertinya merespons positif pengumuman penutupan Giant ini. Harga saham HERO malah menguat, bagaimana komentar dari manajemen?

Wajar saja ketika harga saham bereaksi ketika perusahaan mengumumkan strategi bisnis yang penting seperti ini. Hal ini wajar dan kami sudah mengantisipasinya.

Tapi kami tidak akan fokus ke harga saham untuk saat ini. Kami tetap fokus untuk dapat memberikan nilai tambah dalam jangka panjang kepada para shareholder dan stakeholder

Keputusan ini tentu saja sangat sulit diambil. Tapi dengan menambah fokus ke brand kami lainnya yaitu Hero, Guardian, dan IKEA, dengan segala pertimbangan untuk masa depan, kami yakin keputusan ini akan memberikan nilai lebih kepada para pemegang saham ke depannya, termasuk juga dapat membuka lapangan pekerjaan dalam tiga tahun ke depan.

Jadi baik dari sisi harga saham maupun bisnis, saya optimistis keputusan ini akan menguntungkan untuk jangka panjang.

Bagaimana komitmen perseroan terhadap karyawan-karyawan Giant nantinya?

Seperti yang saya sebutkan di awal, keputusan ini tidak mudah dan diambil setelah tinjauan mendalam selama beberapa tahun.

Kami sudah mencari berbagai strategi untuk masing-masing brand. Tapi, kami memutuskan jalan terbaik untuk menyelamatkan perusahaan dan para karyawan adalah dengan fokus ke Hero, Guardian, dan IKEA.

Dengan demikian, tentu saja kami ingin menekankan bahwa kami sangat berterima kasih kepada karyawan, pelanggan, dan mitra bisnis Giant yang sudah mendukung selama bertahun-tahun. 

Saya ingin meyakinkan bahwa kami akan memperlakukan setiap pihak dengan rasa sayang (compassion), hormat (respect), adil (fair), dan royal (generous).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hero supermarket wawancara giant hipermarket
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top