Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Antigen Berujung Pemecatan Direksi, Ini Janji Kimia Farma Diagnostika

Kimia Farma Diagnostika memiliki dewan direksi baru setelah seluruh direksi perusahaan itu dipecat oleh Menteri BUMN Erick Thohir akibat kasus alat tes antigen bekas.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 16 Mei 2021  |  20:02 WIB
Dokter Penanggung Jawab Laboratorium Kimia Farma Medan Kartini Tissi Liskawini Putri (tengah) bersama Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Adil Fadilah Bulqini (kanan) menunjukkan contoh alat swab Antigen kepada wartawan saat konferensi pers di Lantai Mezzanine Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (28/4/2021). - ANTARA FOTO/Adiva Niki
Dokter Penanggung Jawab Laboratorium Kimia Farma Medan Kartini Tissi Liskawini Putri (tengah) bersama Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika Adil Fadilah Bulqini (kanan) menunjukkan contoh alat swab Antigen kepada wartawan saat konferensi pers di Lantai Mezzanine Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara, Rabu (28/4/2021). - ANTARA FOTO/Adiva Niki

Bisnis.com, JAKARTA — Dewan direksi baru PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) menyatakan komitmen untuk melakukan pembenahan menyeluruh di internal perusahaan, sebagai buntut kasus penyalahgunaan alat rapid test antigen Covid-19 bekas yang menyeruak baru-baru ini.
 
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama KFD Agus Chandra menegaskan bahwa selain penyegaran manajemen, internal perusahaan juga memastikan seluruh klinik dan laboratorium KFD di seluruh Indonesia sudah memenuhi dan menjalankan SOP.
 
Menurutnya, tindakan penyegaran manajemen KFD adalah salah satu langkah perbaikan untuk meningkatkan kinerja secara menyeluruh.
 
“Saya sebagai Plt. Dirut KFD diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan citra KFD dalam memberikan layanan klinik dan laboratorium sesuai dengan SOP dan GCG PT Kimia Farma Diagnostika,” kata Agus dalam keterangan tertulis yang diterima Bisnis, Minggu (16/5/2021)
 
Dia menuturkan, saat ini perseroan terus melakukan pembenahan internal, termasuk melakukan beberapa model perbaikan di klinik dan laboratorium KFD.
 
Pertama, kata Agus, melakukan restrukturisasi organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan. Kedua, penguatan sistem layanan dan supporting dengan mengedepankan aplikasi digital dan cashless.
 
Ketiga, melakukan pengawasan berupa inspeksi mendadak (sidak) dari pihak ketiga, seperti dinas kesehatan, aparat kepolisian, dan dinas lingkungan hidup, dinas kelautan, dan instansi lainnya.
 
Selanjutnya yang keempat, membuat sistem pengawasan internal (SPI) yang akan digelar ke seluruh wilayah Indonesia; dan terakhir atau kelima, melakukan penempatan petugas pengawas mutu di setiap branch manager dan outlet KFD.
 
“Langkah perbaikan yang telah dilakukan sejak akhir April 2021 berupa sidak dari instansi lainnya terus berjalan sampai saat ini. Sidak dilakukan untuk memastikan praktik klinik dan laboratorium KFD sudah sesuai dengan SOP dan tidak melakukan pelanggaran,” imbuhnya.
 
Beberapa branch manager KFD yang sudah disidak antara lain cabang Kota Bandung, yang mana Dinas Kesehatan Kota Bandung memeriksa SOP dan legalitas laboratorium dan klinik KFD di Kota Kembang itu.
 
Kemudian, Branch Manager KFD di Kota Batam disidak oleh Polda Kepulauan Riau. Dinkes Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Majalengka juga melakukan sidak terhadap klinik dan laboratorium KFD di wilayah itu. Adapun, sidak terhadap klinik dan laboratorium KFD di Bengkulu dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup setempat.
 
Sementara itu, layanan rapid test antigen dan PCR yang sudah dilaksanakan dan GeNose C19 (per 3 Mei 2021) di Airport Health Center Bandara Internasional Minangkabau dipastikan sesuai prosedur dan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.
 
Pihak Bandara Minangkabau secara rutin melakukan pengawasan dan pengecekan Airport Health Center. Berdasarkan hasil sidak itu tidak ditemukan pelanggaran dan dinyatakan aman.
 
KFD juga memastikan setiap Branch Manager dan outlet memiliki petugas pengawas mutu karena selama ini pengawas mutu dirangkap oleh bagian operasional. Adapun saat ini telah dibentuk tim pengawas terpisah sebagai bagian dari check and balance
 
“Kami ingin memastikan ada atau tidak adanya pelanggaran dan kesiapan kita terkait SOP. Alhamdulillah untuk pengawasan di beberapa outlet, tidak ditemukan pelanggaran dan penyelewengan, seluruhnya sudah berjalan sesuai dengan SOP,” pungkasnya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kimia Farma Apotek Nurtjahjo Walujo Wibowo menegaskan bahwa anak usahanya, PT Kimia Farma Diagnostika, akan bersungguh-sungguh membenahi diri demi kinerja perusahaan yang lebih baik sehingga dapat memberikan layanan profesional dan berkualitas bagi masyarakat.
 
“Kami memastikan bahwa seluruh laboratorium dan klinik KFD di seluruh Indonesia telah menjalankan SOP yang berlaku. Bahkan, KFD bersinergi dengan stakeholder terkait untuk pembenahan secara menyeluruh,” ujarnya.
 
Nurtjahjo menegaskan bahwa KFD telah memastikan terlaksanakannya SOP yang sudah ada setelah melakukan cross check antara PT Kimia Farma Apotek dan PT Kimia Farma Diagnostika.
 
“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan berkualitas kepada pelanggan dan kami tidak memberikan toleransi terhadap tindakan yang tidak sesuai dengan GCG dan core value BUMN, yaitu AKHLAK [Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif],” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mencopot seluruh jajaran direksi cucu BUMN yang merupakan bagian dari Kimia Farma Group tersebut dan telah menunjuk Pelaksana Tugas untuk mengisi kekosongan posisi dewan direksi.
 
Adapun, menyusul pergantian direksi KFD melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Agus Chandra didapuk menjadi Plt Direktur Utama Kimia Farma Diagnostika (KFD), sedangkan Abdul Aziz ditunjuk untuk menjadi Plt Direktur perseroan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kimia farma erick thohir Covid-19 Rapid Test
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top