Didorong Permintaan Sektor Otomotif, Paladium Cetak Rekor Baru Tembus US$3.000

Berdasarkan data Bloomberg, Minggu (2/5/2021), harga paladium terpantau sempat menguat hingga 1,7 persen ke US$3.010,63 per ounce.
Paladium/Wikipedia
Paladium/Wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA – Harga paladium telah menembus level US$3.000 per ounce untuk pertama kalinya dalam sejarah seiring dengan kenaikan permintaan dari sektor otomotif dan meningkatnya kelangkaan komoditas ini. 

Berdasarkan data Bloomberg, Minggu (2/5/2021), harga paladium terpantau sempat menguat hingga 1,7 persen ke US$3.010,63 per ounce.

Adapun, sepanjang tahun berjalan harga komoditas ini telah menguat 20 persen dan melanjutkan reli yang telah berjalan selama lima tahun. Kenaikan harga paladium utamanya terjadi pertengahan Maret lalu seiring dengan bencana banjir di tambang Rusia yang membuat negara itu memangkas produksi.

Laporan dari UBS Group AG memaparkan, pasar paladium akan kembali mengalami defisit pasokan selama 10 tahun beruntun. Permintaan komoditas ini juga dipacu oleh perusahaan otomotif seiring dengan standar polusi yang lebih ketat di Eropa dan China.

Sebagai informasi, paladium merupakan logam yang menjadi bahan baku komponen konverter katalitik (catalytic converter) yang berada di mobil berbahan bakar bensin. Fungsi komponen ini adalah untuk membatasi emisi pada kendaraan berbahan bakar bensin.

Melesatnya harga paladium juga ditopang oleh gangguan operasional pada salah satu tambang MMC Norilsk Nickel PJSC atau Nornickel. Perusahaan tersebut melaporkan, total output platina dan paladium akan sedikit meningkat dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Peter Thomas, Senior Vice President Zaner Group, mengatakan sentimen saat ini merupakan kondisi yang optimal untuk reli harga paladium. Menurut Thomas, salah satu katalis utama kenaikan harga komoditas ini adalah produksi yang tersendat di Afrika Selatan yang menjadi salah satu negara produsen utama paladium.

“Selain itu, perusahaan-perusahaan otomotif juga terus melakukan pembelian komoditas ini. Momentum positif pada komoditas lain juga ikut membantu kenaikan harga paladium,” jelas Thomas.

Head of Metals Strategy Macquarie Group Ltd Marcus Garvey mengatakan, defisit pada pasar palladium hanya dapat dipecahkan dengan memberi insentif kepada negara-negara yang bersedia melepas cadangan yang ada ke pasar.

Sementara itu, Analis TD Securities Bart Melek menambahkan, reli harga paladium dapat mengikuti komoditas sejenis yakni rhodium yang juga digunakan untuk mengurangi tingkat emisi pada sebuah kendaraan.

“Hal tersebut dapat terjadi apabila pasar palladium menghadapi masalah tambahan di sisi pasokan, permintaan yang semakin tinggi, serta jumlah platina yang lebih sedikit sebagai pengganti palladium,” jelas Melek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper