Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Permintaan Terjaga, Harga Alumunium Diprediksi Tetap Tinggi

Laporan dari Commonwealth Bank of Australia memprediksi rerata harga alumunium pada tahun ini adalah di kisaran US$2.183 per ton, lebih tinggi 6 persen dari perkiraan yang dikeluarkan sebelumnya.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 29 April 2021  |  17:01 WIB
Produksi alumunium can di Afrika -  Bloomberg
Produksi alumunium can di Afrika - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harga alumunium diprediksi bertahan di level tinggi seiring dengan outlook permintaan yang baik dan terbatasnya produksi dari China.

Laporan dari Commonwealth Bank of Australia memprediksi rerata harga alumunium pada tahun ini adalah di kisaran US$2.183 per ton. Proyeksi tersebut lebih tinggi 6 persen dari perkiraan yang dikeluarkan sebelumnya.

“Kondisi pasar yang mendukung serta permintaan yang optimal menjadi faktor utama harga alumunium akan cukup baik pada tahun ini,” demikian kutipan laporan tersebut, Kamis (29/4/2021).

Commonwealth juga merevisi rerata harga alumunium untuk periode 2021 – 2026 ke level yang lebih tinggi. Pada 2026, Commonwealth memperkirakan harga alumunium akan menembus US$2.204 per ton

Laporan tersebut memaparkan, tingkat permintaan alumunium global diprediksi akan tumbuh sekitar 3 persen dari tahun ke tahun. Hal ini terjadi seiring dengan pertumbuhan industri pengemasan dan kenaikan penggunaan komoditas ini dalam pembuatan mobil.

Di sisi lain, pertumbuhan permintaan akan sulit dipenuhi oleh para produsen alumunium. Commonwealth menyebutkan, output alumunium dari China akan menurun seiring dengan penetapan kuota maksimal produksi sebesar 45 juta ton per tahunnya.

Sementara itu, Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menuturkan, potensi penguatan harga alumunium masih terbuka untuk kedepannya. Hal ini didukung oleh pemulihan ekonomi yang terjadi di China. Perbaikan ekonomi tersebut dinilai akan semakin meningkatkan kegiatan industri.

Salah satu sektor industri yang akan menopang harga alumunium adalah kendaraan listrik (electric vehicle). Pasalnya, alumunium juga menjadi salah satu bahan utama dalam pembuatan komponen-komponen mobil listrik selain tembaga dan nikel.

Prospek positif harga alumunium juga ditopang oleh permintaan dari luar China, salah satunya adalah AS. Rencana Presiden AS Joe Biden untuk sejumlah inisiatif pada sektor infrastruktur diyakini akan meningkatkan permintaan terhadap alumunium.

Selain itu, pasar juga tengah menunggu rilis data produk domestik bruto (PDB) negara-negara di dunia untuk kuartal I/2021. Ibrahim menuturkan, apabila rilis data tersebut sesuai atau melebihi ekspektasi, maka harga alumunium juga akan terkerek naik.

“Sepanjang tahun ini, harga alumunium kemungkinan akan berada di kisaran US$2.000 dan dapat menguji level di dekat US$2.400 per metrik ton,” pungkasnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas harga alumunium
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top