Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investor Cermati Laporan Keuangan Emiten, Wall Street Variatif

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,39 persen pada awal perdagangan ke level 33.852,72, sedangkan indeks Nasdaq Composite melemah 0,12 persen ke 14.073,58. Di sisi lain, indeks S&P 500 menguat 0,13 persen ke 4.129,09.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 April 2021  |  21:51 WIB
Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly
Marka jalan di dekat New York Stock Exchange (NYSE) di Manhattan, New York City/REUTERS - Andrew Kelly

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat bergerak variatif pada awal perdagangan Rabu (28/4/2021) karena investor mengurai laporan keuangan perusahaan terbaru dan menunggu petunjuk mengenai waktu pengurangan stimulus oleh Federal Reserve.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average melemah 0,39 persen pada awal perdagangan ke level 33.852,72, sedangkan indeks Nasdaq Composite melemah 0,12 persen ke 14.073,58. Di sisi lain, indeks S&P 500 menguat 0,13 persen ke 4.129,09.

Indeks S&P 500 naik ke level tertinggi sepanjang masa setelahj putaran pertama laporan keuangan dari emiten teknologi besar. Alphabet Inc. menguat 4,93 persen setelah analis menaikkan target harga untuk saham tersebut menyusul lonjakan penjualan iklan terkait perjalanan dan ritel.

Microsoft Corp turun ke level terendah tiga minggu setelah produsen perangkat lunak ini mencatatkan kinerja di bawah proyeksi pada analis.

Investor mencari katalis baru dengan valuasi saham sekitar 25 persen di atas rata-rata lima tahun. Selain kinerja emiten yang solid, pelaku pasar memerlukan jaminan lebih lanjut bahwa The Fed akan mengabaikan data ekonomi yang lebih kuat untuk menjaga suku bunga tetap rendah dan menahan laju pembelian obligasi.

The Fed diperkirakan menahan suku bunga mendekati nol pada akhir pertemuan dua hari pada Rabu dan menekankan janji untuk terus membeli obligasi senilai US$120 miliar per bulan saat ini.

“Ada sedikit tarik-menarik dengan pasar,” kata presiden dan CEO Essex Financial Services Chuck Cumello, seperti dikutip Bloomberg.

Serangkaian data yang menggembirakan dan kemajuan vaksinasi yang cepat telah meningkatkan optimisme tentang prospek pertumbuhan di negara maju, dan menghidupkan kembali perdagangan reflasi dalam beberapa hari terakhir.

Sementara itu, investor juga menantikan data produk domestik bruto AS pada Kamis yang diperkirakan meningkat 6,8 persen pada kuartal I/2021. Semua sinyal pemulihan ini memicu spekulasi tentang kapan Fed akan mulai memperlambat stimulusnya.

Meskipun pasar mengharapkan tidak ada perubahan dalam kebijakan The Fed pada hari Rabu, mereka tampaknya akan bersikap wait and see sebelum mengesampingkan kejutan hawkish.

"Kejutan ekonomi positif yang berulang berarti bahwa kebijakan kuantitatif adalah subjek yang menarik," kata kepala ekonom UBS Global Wealth Management Paul Donovan.

"Tidak ada yang mengharapkan pembelian obligasi berakhir sekarang, tapi mungkin ada petunjuk bahwa laju pembelian akan berakhir akhir tahun ini," lanjutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top